Detail Berita


Harga Batubara Mulai Tergerek Naik Didukung Pulihnya Ekonomi Cina


"Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 11-01-2021

duniatambang.co.id - Tren positif terus dicatatkan harga batubara acuan atau HBA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menetapkan harga batubara acuan untuk bulan Januari tahun 20201 ini, nilainya naik menjadi USD16,19 per ton atau sebesar 27,14 persen menjadi USD75,84. Persentase kenaikan sebesar itu tercatat jika dibandingkan untuk periode bulan Januari 2020, yang berada di harga USD59,65 per ton.

Pihak Kementerian ESDM mengkonfirmasi bahwa ada sejumlah faktor yang mendukung kenaikan harga batubara acuan itu, dan utamanya adalah kondisi pasar di Tiongkok yang kini mulai pulih.

“Setelah hampir satu tahun yang disebabkan oleh terbatasnya aktivitas ekonomi, pasar kini mulai bergerak pulih, khususnya di Tiongkok,” ungkap pihak Kementerian ESDM kepada para wartawan pada Senin (04/01/2020).

Menurut pihaknya, pasar Tiongkok selama ini memegang peranan sangat penting untuk mempengaruhi harga batubara, khususnya di Indonesia karena mereka adalah pasar nomor satu untuk Indonesia setelah India. Selain itu hubungan antara Tiongkok dengan Australia yang memanas, memunculkan sentimen tersendiri dan berdampak pada kondisi pasar di kedua negara.

Kenaikan yang terjadi pada harga batubara acuan ini pun mengantarkannya menuju ke level psikologis, setelah tertekan akibat wabah pandemi sepanjang tahun 2020 lalu, yang bahkan saat itu mencapai rekor terendahnya sejak tahun 2015. Puncak keterpurukan itu terjadi pada bulan September, di mana harganya hana sebesar USD49,42 per ton.

Baru mulai bulan Oktober hingga bulan-bulan berikutnya harga batubara acuan mampu pulih atau rebound, di mana harganya masing masing tercatat sebesar USD51 untuk bulan Oktober, USD55,71 untuk November, dan USD59,65 untuk bulan Desember.

Meski demikian pihak Kementerian ESDM juga menyebutkan bahwa faktor pasokan dan permintaan juga turut andil sebagai faktor perubah harga di luar wabah pandemi. Untuk diketahui, faktor pasokan tersebut dipengaruhi oleh masalah cuaca, masalah teknik pertambangan, kebijakan pemerintah dari negara pemasok, hingga masalah teknis dalam distribusi meliputi kereta, tongkang hingga masalah pada pemuatan di terminal.

Sedangkan untuk faktor pada permintaan sangat dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang berkorelasi dengan kondisi pada dunia industri, kebijakan impor serta persaingan dengan sejumlah komoditas lain seperti hidro, nuklir dan LNG.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !