Loading...
image

"Tampak Atas Lokasi Pertambangan PT Merdeka Copper Gold Tbk"
Sumber gambar: merdekacoppergold.com

Dunia Tambang / 6 January 2021 / 0 Komentar

Emas PT Merdeka Copper Gold Tbk 

Didukung Tren Positif Harga Emas, Merdeka Copper Gold Berpotensi Cetak Labak Besar

duniatambang.co.id - Selama kurun waktu sembilan bulan pertama di tahun 2020 lalu, kinerja PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) masih belum memuaskan. Perusahaan tercatat mengalami penurunan pendapatan sebesar 8,55% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, dari USD324,28 juta menjadi USD296,53.

Catatan tersebut membuat Merdeka Copper Gold mengalami penurunan laba periode berjalan. Tercatat laba bersihnya hanya sebesar USD57,19 juta di mana jumlah ini mengalami penurunan sebesar 13,59% dibandingkan laba bersih pada periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar USD66,19 juta.

Pengamat menilai apa yang dialami oleh Merdeka Copper Gold itu adalah sebuah kewajaran, meski terjadi kenaikan harga emas yang cukup signifikan pada periode tersebut. Pihaknya menilai masalah ini akibat adanya insiden di heap leach pad Merdeka Copper Gold.

Kala itu tepatnya pada tanggal 12 September 2020, ditemukan adanya keretakan di heap leach pad di tambang Tujuh Bukit milik Merdeka Copper Gold. Akibatnya, sebagian dari bijih emas yang ditumpuk mengalami penurunan, dan membuat kerusakan pada pipa dan pompa. Pada akhirnya Merdeka Copper Gold tidak mampu mengoptimalkan kenaikan harga emas kala itu.

Masalah heap leach pad itu diperkirakan masih akan berdampak pada produksi emas di tambang Tujuh Bukit setidaknya hingga tahun 2021 ini.

Sementara itu untuk kinerja keuangan, pengamat masih optimis jika Merdeka Copper Gold mampu meraup pendapatan sekitar USD342 juta, dan perkiraan ini pun sudah menyesuaikan atas insiden yang terjadi di Tujuh Bukit.

Sebagai informasi, saham milik Merdeka Copper Gold mengalami kenaikan yang signifikan selama tahun 2020 lalu. Sepanjang 2020, saham konstituen perusahaan mampu mengalami kenaikan sebanyak 454.43 persen. Jika dihitung secara periode tahunan, kenaikan terjadi sebesar 126,20 persen.

Ini menjadi salah satu tolak ukur, bahwa sebenarnya para pelaku pasar masih memiliki harapan yang sangat besar pada harga komoditas emas. Kondisi ini juga menjadi akibat akan masih tidak pastinya kondisi ekonomi global, meski vaksin sudah ditemukan. Apalagi baru-baru ini juga ditemukan fakta baru adanya virus Covid-19 yang lebih ganas.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor  : Umar RP.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar