Detail Berita


Akhir Tahun Harga Meroket, Bagaimana Kondisi Industri Batubara Tahun Depan?


"Penambangan batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 31-12-2020

duniatambang.co.id - Menjelang berakhirnya tahun 2020 ini, harga komoditas batubara terus meroket naik sejak tiga bulan terakhir. Harga batubara ditutup berada pada level USD59,65 per ton. Sementara harga batubara termal Newcastel telah mencapai level di atas USD80 per ton.

Tentunya hal ini menjadi kabar baik bagi para pengusaha batubara, mengingat hampir sepanjang tahun mereka mengalami kondisi yang sangat tidak mendukung. Tren kenaikan harga batubara ini pun diprediksi akan terus mengalami peningkatan hingga tahun depan. Hal ini diungkapkan oleh Hendra Sinadia, selaku Direktur Eksekutif dari Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI).

Menurut pihaknya, ada sejumlah faktor yang membuat harga batubara berhasil keluar dari tekanan dan bahkan mencatatkan reli yang terbendung dalam beberapa bulan terakhir. Pertama tentunya karena disebabkan oleh pemulihan ekonomi di beberapa negara, khususnya di negara Cina yang selama ini menjadi pasar utama penjualan batubara.

Kemudian faktor lainnya adalah karena kondisi alam, di mana beberapa belahan bumi sedang mengalami musim dingin, yang memicu naiknya permintaan batubara mereka. Selanjutnya adalah hubungan dagang antara Australia dan Cina yang kini ditengarai sedang memanas, yang kemudian berdampak pada permintaan batubara secara global.

Bagi Hendra Sinadia, setidaknya harga batubara akan bisa terus mengalami penguatan hingga pertengahan tahun 2021 nanti. Bukan berarti saat itu harga batubara akan stagnan, namun lebih bergantung pada faktor internal perusahaan tambang batubara. Seperti tingkat konsistensi untuk memproduksi dan menjaga pasokan yang sangat bergantung pada alat produksi mereka.

Sementara regulator, dalam hal ini kebijakan pemerintah, juga akan sangat besar dalam memberikan pengaruh pada pergerakan harga batubara. Khususnya mengenai kebijakan dalam menangani masalah wabah pandemi. Pengusaha pun masih akan melakukan strategi wait and see dalam hal melakukan aksi korporasi dengan menunggu kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah tadi.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !