Detail Berita


Terus Catatkan Nilai Positif, Saham Emiten Tambang Ke Depan Akan Konsisten Menguat


"Ilustrasi uang kertas"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 14-12-2020

duniatambang.co.id - Indeks pertambangan mengalami peningkatan tajam mencapai 13,48 persen tercatat dari mulai awal tahun. Hal ini menjadikan sektor tambang sebagai satu-satunya indeks sektoral di lantai bursa yang mengalami pertumbuhan paling besar sejauh ini. Pasalnya, sektor lain mayoritas mengalami penurunan. Adalah sektor properti yang indeksnya turun hingga 24,24 persen.

Sejumlah pihak menilai, catatan positif sektor tambang yang mampu bertahan dibandingkan sektor lain dikarenakan akibat dari komoditas tambang yang harganya cenderung naik sejak awal tahun ini. Kemudian tren positif itu bisa mendongkrak kenaikan harga saham perusahaan.

Nantinya saham-saham emiten tambang itu diperkirakan masih bisa mengalami kenaikan yang disebabkan permintaan akan komoditas yang tetap besar serta pertumbuhan ekonomi yang sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Seperti yang sudah diketahui, komoditas batu bara misalnya, yang tercatat mulai bangkit selama beberapa bulan terakhir. Hal ini tak lepas dari adanya pemulihan ekonomi di negara tujuan ekspor, yakni Cina. Apalagi, selama ini negeri Tirai Bambu itu juga memantapkan komitmennya untuk memasok batu bara dari Indonesia.

Berkaca dari sejumlah faktor pendorong di atas, maka saham perusahaan tambang yang paling menarik untuk dilirik adalah pada komoditas batu bara. Pengamat menyebutkan bahwa saham dari PT United Tractors Tbk (UNTR) sebagai emiten yang paling cocok karena menjadi kontraktor penambang batu bara terbesar di Indonesia.

Kemudian bisa juga untuk melirik saham milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA) karena posisi mereka yang saat ini tengah menjadi pemasok batu bara paling besar kepada PLN. Masih untuk komoditas batu bara, terdapat nama PT Indika Energy Tbk (INDY) dan juga PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Selain itu bisa juga melirik saham milik PT Aneka Tambang (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Alasannya, kedua perusahaan ini memproduksi nikel, yang ke depannya sangat berpotensi akan mengalami peningkatan permintaan.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !