Detail Berita


Peran Big Data dan Machine Learning Dalam Operasional Tambang


"Ilustrasi Artificial Intelligence"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 10-12-2020

duniatambang.co.id - Banyak pakar internasional sepakat bahwa adanya wabah pandemi Covid-19 menjadikan sektor industri cenderung memilih ke teknologi otomatisasi. Perubahan ini, tampaknya akan mengarah pada kebutuhan biaya yang lebih rendah dan skala operasional tambang yang mengecil.

Pasalnya, kegiatan operasional dengan memanfaatkan teknologi otomatisasi bisa dilakukan dengan lebih sedikit tenaga kerja. Hal itulah yang menjadi hasil bahasan dari konferensi pertambangan Imarc yang diadakan di Australia beberapa waktu yang lalu.

Salah satu peserta konferensi, yakni perusahaan Newcrest yang mengungkapkan hal tersebut. 

“Wabah pandemi telah memaksa kami untuk berpikir tentang bagaimana kami bisa melakukan lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di lokasi, namun secara jarak jauh. Serta bagaimana kami diharuskan melakukan kegiatan tambang tersebut dengan lebih sedikit orang,” kata perwakilan dari Newcrest.

Peserta lain yang senada juga menambahkan bahwa saat ini banyak perusahaan tambang yang sibuk mencari cara untuk dapat menggunakan mesin dan juga big data secara lebih baik, guna meningkatkan operasi bisnis mereka. Big data ini merupakan istilah untuk informasi yang dihasilkan oleh para pengguna internet dan hanya bisa disimpan, dipahami serta digunakan dengan bantuan perangkat komputer dan metode khusus.

Salah satu contoh dari penggunaan big data ini adalah seperti yang dilakukan dalam kegiatan pengumpulan batu bara. Ketika sebuah sensor ditempatkan di dalam lubang bor, peralatan itu akan bisa menghasilkan data posisi dan identifikasi material tanah.

Dengan adanya data semacam itu, bisa memungkinkan perusahaan tambang untuk kemudian memanfaatkan teknologi machine learning untuk membentuk sebuah model yang mampu meningkatkan efektivitas metode penambangan eksplosif.

Pemanfaat teknologi dan metode ini telah dilakukan oleh sebuah perusahaan tambang asal Inggris, yakni Anglo American yang mengklaim pihaknya bisa mengurangi biaya operasional hingga 20 persen. Perusahaan itu mulai menggunakan teknologi pencitraan untuk melakukan scan otomatis dan mengelompokan pecahan batu bara.

Big data juga memungkinkan perusahaan untuk melacak penggunaan energi secara lebih baik, termasuk dalam urusan emisi karbon. Para penambang bisa memprediksi kapan waktunya untuk menggunakan, memproduksi, menyimpan atau menjual hasil tambang mereka. Dan bantuan dari machine learning, bisa menjadikan hal ini pada level yang lebih lanjut.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !