image

"Ilustrasi uang kertas"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 10 December 2020 / 0 Komentar

Batubara Saham 

Lonjakan Harga Batu Bara Bikin Saham ITMG Melejit

duniatambang.co.id - Harga batubara sempat mengalami kontraksi sejak awal bulan April lalu. Harga kontrak batu bara termal Newcastle akhirnya bisa pulih. Kenaikan harga batu bara ini terus mencatatkan tren positif terhitung mulai pertengahan Oktober sehingga menjadikan kinerjanya menjadi hijau untuk periode selama satu tahun ini.

Seperti yang sudah diberitakan, pekan lalu harga kontrak futures ditutup dengan kenaikan hingga 2 persen ke angka USD75,8 per ton. Sementara untuk sepekan ini harganya masih naik sebesar 8,99 persen. Dengan demikian, terhitung mulai tanggal 13 Oktober lalu hingga pekan kemarin, harga batu bara Newcastle telah naik sebanyak 41,29 persen. Sementara secara year to year, naik sebesar 9,79.

Adapun faktor pendukungnya adalah sentimen positif global akan hadirnya vaksin virus Covid-19 serta juga perbaikan fundamental yang terjadi di pasar energi pembangkit listrik dan dari sektor manufaktur, rupanya telah membuat investor kembali melirik dan permintaan akan komoditas batu bara pun jadi meningkat.

Untuk harga batu bara acuan (HBA) di periode bulan Desember 2020, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun telah menetapkannya sebesar USD59,65 per ton yang naik dari bulan November yang hanya USD55,71 per ton.

Pihaknya menjelaskan bahwa kenaikan harga batu bara acuan ini tentunya disebabkan oleh meningkatnya permintaan komoditas itu di pasar global. ESDM menambahkan bahwa Korea Selatan, Jepang dan India saat ini tengah menggenjot impor batu bara dari Indonesia, dikarenakan kebutuhan dalam negeri mereka yang mulai meningkat. Ini artinya, kondisi industri di negara itu sudah kembali pulih.

Pada akhirnya, emiten batu bara dalam negeri pun juga turut merasakan dampak positifnya. Harga sahamnya mulai naik tajam. Adalah PT Bukit Asam Tbk, PT Adaro Energi Tbk dan juga PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) yang mengalami kenaikan double digit sejak tengah Oktober lalu.

Dari ketiga emiten tersebut, PT ITMG lah yang mengalami kenaikan harga saham paling tinggi daripada lainnya. Tercatat kenaikan kapitalisasi pasar yang diraih oleh perusahaan mencapai 82,3 persen, terhitung sejak tanggal 13 Oktober lalu.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar