image

"Pembakaran dalam furnace"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 8 December 2020 / 0 Komentar

Smelter Kapuas Prima Coal 

Kapuas Prima Coal Kebut Pembangunan Proyek Smelter Timbal di Pangkalan Bun

duniatambang.co.id - PT Kapuas Prima Coal Tbk menjelaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya menargetkan penyelesaian pembangunan proyek smelter timbal yang ada di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Pihaknya menambahkan bahwa saat ini prosesnya sudah mendekati tahap final, dan selanjutnya akan mulai melakukan tahap uji coba setidaknya pada kuartal kedua atau ketiga tahun 2021 mendatang.

Tahap uji coba itu bakal dimulai begitu proses serah terima antara pihak Kapuas Prima Coal dengan para tenaga ahli kontraktor smelter telah selesai. Seperti yang diketahui, proyek ini sebelumnya sempat berhenti, akibat wabah pandemi Covid-19 yang melanda. Namun meski hampir secara keseluruhan proyek pembangunan ini mengalami penundaan, namun pihak perusahaan masih melakukan pemanasan pada mesin-mesin yang telah terpasang, agar kondisinya tetap terjaga dan tidak mangkrak.

Tak hanya melanjutkan proyek smelter timbal, Kapuas Prima Coal juga kembali melanjutkan proyek smelter seng, yang lokasinya sama-sama berada di wilayah Pangkalan Bun. Namun untuk proyek smelter seng ini, perusahaan menargetkan untuk mulai beroperasi pada tahun 2022 mendatang.

Pihak Kapuas Prima Coal juga telah memastikan bahwa terjadinya bencana banjir yang melanda wilayah Kalimantan Tengah pada bulan Juli kemarin, tidak memberikan dampak pada operasional pembangunan proyek smelter tersebut. Namun meski demikian, bencana itu lebih berdampak pada terputusnya sejumlah jalan yang selama ini menjadi akses perusahaan. Sehingga jadwal pengiriman produk kepada para pembeli pada akhirnya mengalami keterlambatan distribusi.

Dalam mengatasi kendala satu ini, pihak Kapuas Prima Coal secara aktif melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan para pemangku kepentingan. Tujuannya agar jalan yang terputus akibat banjir dan longsor itu bisa diperbaiki sehingga kegiatan distribusi produk bisa kembali berjalan dengan normal.

Sebagai informasi tambahan, proyek smelter yang dikerjakan oleh Kapuas Prima Coal ini dikerjakan oleh anak usaha perusahaan yang bernama Kapuas Prima Citra. Proyek ini pun disebutkan menghabiskan biaya investasi mencapai USD15 juta dengan kapasitas 40.000 ton konsentrat timbal dan mampu menghasilkan timbal per tahun sebesar 20.000 ton bullion.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar