Detail Berita


Saat INDY dan UNTR Tertarik Komoditas Emas


"Emas Batangan"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 08-12-2020

duniatambang.co.id - Belakangan ini para pelaku pasar menyorot dua komoditas hasil tambang yakni emas dan batubara, karena keduanya dinilai telah mengalami pergerakan harga yang signifikan. Meski sempat mengalami penurunan akibat optimisme para pelaku pasar karena akan hadirnya vaksin Covid-19, namun dalam beberapa hari terakhir harganya kembali mulai mencatatkan kenaikan.

Adapun naiknya kembali harga emas ini faktor utamanya disebabkan oleh kabar kepastian pengucuran stimulus di Amerika Serikat. Sebelumnya harga emas dunia sempat beralih dari level USD1.800 per troy ounce dan sejumlah pakar memprediksi kenaikan itu sifatnya hanya sementara.

Sementara itu untuk harga batubara di pasar global juga mengalami kenaikan, setelah dalam periode tahun ini cukup tertekan. Di perdagangan hari Rabu kemarin, harga batubara Zhengzhou pada kontrak Januari 2021 dikabarkan masih berada dalam zona hijau. Nilainya mengalami kenaikan sebesar 3.75 persen di level 697.4 yuan untuk setiap ton-nya. Dengan demikian selama periode tahun 2020 ini, harga batubara telah mengalami kenaikan mencapai 17.47 persen.

Kemudian untuk harga batubara di asar Newcastle untuk kontrak Januari 2021 dalam penutupan perdagangan hari Kamis kemarin, nilainya berada di angka USD74,3 per ton, di mana jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 2,85 persen dibandingkan pada perdagangan hari sebelumnya. Sehingga untuk periode kurun waktu enam bulan terakhir, harganya naik mencapai 16,24 persen.

Meski harga batubara sudah mencatatkan kenaikan, tidak membuat perusahaan nasional tidak melirik strategi diversifikasi bisnis. Justru emas jadi salah satu hasil tambang yang diandalkan oleh perusahaan batubara. Beberapa di antaranya yakni PT Indika Energy Tbk dan juga PT United Tractors Tbk yang memilih komoditas emas sebagai target diversifikasi bisnis.

Indika Energy dikabarkan sebelumnya telah menaikkan jumlah kepemilikan saham, baik secara langsung maupun tak langsung di perusahaan Nusantara Resources dan kini telah mengoleksi saham kepemilikan sebesar 27,75 persen.

Sebagai informasi, Nusantara Resources Limited adalah sebuah perusahaan tambang emas yang memiliki 100 persen saham Awak Emas yang beroperasi di provinsi Sulawesi Selatan. Diketahui juga bahwa tambang Awam Emas tersebut memiliki cadangan sekitar 1,1 juta ounce serta sumber daya sebesar 2 juta ounce yang total nilai investasinya mencapai USD150 juta sampai USD200 juta.

Rupanya strategi diversifikasi bisnis ke komoditas emas yang dilakukan oleh Indika Energy ini, sebelumnya telah dijalankan oleh United Tractors. Hal tersebut terjadi di kala United Tractors mengambil alih PT Agincourt Resources yang mengerjakan proyek tambang emas di Martabe.

Dari tambang emas Martabe itu, United Tractors mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,53 triliun per kuartal ketiga tahun 2020. Jumlah ini menyumbang sebesar 11,9 persen dari total pendapatan perusahaan yang mencapai Rp46,46 triliun.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor  : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !