Detail Berita


Begini Proses Keterbentukan Emas


"Emas"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 07-12-2020

duniatambang.co.id - Emas merupakan unsur kimia dalam tabel periodik bersimbol Au (Aurum). Logam ini banyak terdapat di naggets emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit aluvial. Tingginya potensi reduksi emas mengakibatkan logam ini selalu terdapat di alam dalam keadaan bebas dan tergolong logam mulia.  Emas memiliki karakteristik lunak, elastis, mudah dibentuk, memiliki warna menarik, mengkilap dan tidak mudah memudar. Keberadaan emas yang langka, menjadikannya sebagai barang berharga. Berbagai ilmu pengetahuan dipelajari untuk mencari jejak-jejak pembentukan mineral tersebut.

Bumi mengalami proses magmatik, dimana magma di perut bumi naik ke permukaan bumi. Emas terbentuk dari proses magmatisme, perubahan bentuk dari cairan yang menjadi padatan pada saat temperatur menurun. Kristalisasi terjadi pada aliran lava permukaan yang membentuk mineral vulkanik atau pada magma di bawah permukaan yang membentuk mineral plutonik termasuk emas yang mengkristal akibat pembekuan magma. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak (bersentuhan dengan batuan samping yang reaktif) dengan larutan hidrothermal.

Larutan hidrothermal membawa logam-logam ke tempat pengendapan baru. Pengaruh cairan hidrotermal mengakibatkan perubahan susunan mineral maupun kimia, dan dapat mempengaruhi perubahan fisik seperti permeabilitas dan porositas batuan. Oleh karena itu, endapan hidrotermal ini erat kaitannya dengan alterasi (proses ubahan). Hasil dari proses hidrotermal yang berskala besar di lingkungan volkanik ini akan membentuk endapat emas epitermal. Endapan emas epitermal di lingkungan vulkanik hampir selalu berasosiasi dengan batuan vulkanik dan batuan intrusi.

 

Penulis : Fasda Akhsanul Latief

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !