Detail Berita


Panel Surya, Melihat Sisi Positif dan Negatif dari Sang Energi Alternatif


"Panel Surya"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 07-12-2020

duniatambang.co.id - Energi alternatif menjadi tren pada beberapa tahun terakhir, terutama dalam wacana mengurangi penggunaan energi konvensional yang mengakibatkan pemanasan global. Energi konvensional juga merupakan energi non-renewable, energi yang dapat habis bila cadangannya habis sehingga membutuhkan enegri yang lebih sustainable dan ramah lingkungan, yakni energi alternatif. Salah satu energi alternatif yang “murah” dan dapat didapatkan dalam kehidupan sehari-hari adalah energi matahari. Energi matahari sendiri telah banyak digunakan secara tradisional dalam menunjang kehidupan, seperti mengeringkan ikan hasil tangkapan, media dalam proses memanen garam dari air laut, dan lain-lain. Dalam perkembangannya, energi matahari digunakan untuk daya utama dalam panel surya. Panel surya akan mengonversi energi foton yang dikeluarkan oleh matahari menjadi listrik.

Panel surya telah banyak digunakan dalam skala rumah tangga karena biaya yang relatif murah dan perawatan yang mudah. Panel surya juga dapat dipasang dengan mudah pada atap rumah sehingga akan menghasilkan listrik yang cukup untuk keperluan rumah tangga. Di samping dampak positif yang dimilik oleh panel surya, alat ini juga memiliki dampak negatif pada lingkungan yang harus diwaspadai.

Pertama, bahan-bahan yang digunakan dalam panel surya akan menjadi sampah apabila alat tersebut mengalami kerusakan. Komponen-komponen dan bahan penyusun alat tersebut akan dibuang dan dapat mencemari lingkungan. Dampak negatif yang ada karena limbah ini dapat ditanggulangi dengan cara recycle namun kecenderungan orang akan lebih memilih untuk membuang barang yang sudah rusak daripada mendaur ulang. Bahan-bahan dalam panel surya, seperti polysilicon apabila telah dibuang ke lingkungan akan menghasilkan silikon tetraklorida yang bersifat racun. Pembuatan panel surya juga menggunakan nitrogen tetrafluoride yang merupakan gas rumah kaca yang berbahaya bagi ozon. Kedua, komponen-komponen pada panel surya merupakan logam yang harus ditambang, semakin banyak kebutuhan panel surya, berarti semakin banyak penambangan logam yang harus dilakukan. Kegiatan penambangan ini dapat menimbulkan kerusakan lingkungan walaupun dapat diatasi dengan kegiatan reklamasi dan reboisasi pasca-tambang.

Ketiga, pantulan cahaya matahari dari panel surya yang berbahaya bagi mahluk hidup. Jika ada burung maupun serangga yang terbang di dekat panel surya tersebut maka akan mengakibatkan kematian. Selain itu, cahaya matahari yang seharusnya diteruskan ke dalam tanah namun dipantulkan kembali ke udara sehingga lebih banyak cahaya matahari yang dipantulkan kembali daripada diserap oleh tanah. Keempat, panel surya dapat mengurangi ketersediaan air tanah maupun air permukaan yang ada. PLTS memerlukan air untuk pembersihan konsentrator secara rutin, begitu juga dengan pendinginan turbin dan generator sehingga air yang dibutuhkan untuk pengoprasian dan pemeliharaan panel surya jumlahnya besar. Pengambilan air tanah yang berlebihan dapat mengakibatkan kekeringan pada lingkungan sekitar. Selain itu, panel surya yang dibuat dalam skala besar di permukaan tanah juga dapat mengakibatkan daerah resapan air berkurang. Dampak-dampak negatif yang ada pada panel surya dapat dicari penyelesaiannya sehingga manfaat panel surya dapat terasa maksimal. Pelaksanaan recycle pada limbah panel surya dapat dimaksimalkan dan diupayakan bagaimana pengelolaannya sehingga dampak limbahnya ke lingkungan berkurang.

 

Penulis : Wahyu Ardiansyah

Editor  : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !