Detail Berita


Freeport Lanjutkan Kembali Pembangunan Smelter JIIPE


"Pembakaran dalam furnace"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 07-12-2020

duniatambang.co.id - PT Freeport Indonesia melanjutkan pembangunan proyek smelter di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) yang ada di Manyar, Gresik. Ini sebagai bagian perwujudan komitmen pemerintah yang ingin agar smelter itu bisa beroperasi pada Desember 2023.

Saat meninjau kelanjutan dari proyek smelter tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada hari Rabu kemarin, pihaknya menginformasikan bahwa saat ini pembangunannya sudah dalam tahap pile loading test tiang pancang. Dijelaskan bahwa terdapat dua tiang pancang yang akan terpasang di area tersebut.

Jika melihat pada perencanaan, nantinya akan ada sekitar 16 titik tiang pancang yang memiliki kedalaman 1,8 kilometer. Adapun jadwal pemasangan tiang titik itu sudah ditetapkan akan dimulai pada tanggal 24 Desember dan ditargetkan untuk selesai pada tanggal 16 Februari 2021 mendatang.

Lebih lanjut, setelah proses pemasangan tiang pancang selesai, pihak Kementerian ESDM akan melakukan analisa kembali selama kurang lebih satu bulan lamanya. Kegiatan analisa itu dilakukan untuk dapat memastikan bahwa semuanya sudah sesuai rencana dan aman untuk bisa ke tahap selanjutnya.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa pihak PT Freeport Indonesia mengajukan penundaan pembangunan proyek smelter JIIPE Gresik sampai dengan satu tahun. Namun dari pihak pemerintah meyakinkan bahwa proyek itu tetap bisa diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni pada bulan Desember tahun 2023.

Atas dorongan dan dukungan dari pemerintah, pihak Freeport pun memberikan komitmen yang sama, di mana proyek smelter tetap akan selesai sesuai jadwal. Pihak Freeport mengaku adanya wabah pandemi telah menjadikan kegiatan pembangunan smelter menjadi terhambat. Bahkan, jika dihitung dengan seksama proyek ini telah mundur selama kurang lebih 12 bulan. Akan tetapi setelah suksesnya kegiatan pile loading test, pihaknya pun yakin pembangunan bisa kembali dilanjutkan. Dan dikarenakan adanya kemunduran, pihak Freeport pun berharap pemerintah bisa memberikan waktu tambahan.

Nantinya proyek smelter itu akan mengolah dan memproduksi dua jenis mineral, yakni tembaga sebagai fokus utama, dan juga pada saat yang sama bisa mengolah emas dan perak.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor  : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !