Detail Berita


Mengenal Jenis-Jenis Longsoran Pada Lereng Tambang Terbuka


"Excavator di lokasi penambangan"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 03-12-2020

duniatambang.co.id -  Lereng merupakan sebuah permukaan tanah yang terbuka, berdiri membentuk sudut tertentu terhadap sumbu horizontal, atau permukaan tanah yang memiliki dua elevasi berbeda dengan permukaan tanah membentuk sudut (Pangemanan dan Sompie, 2014). Longsor terjadi ketika gaya penggerak lebih besar daripada gaya penahannya. Longsoran disebabkan oleh perpindahan material pembentuk lereng yang berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran yang bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya longsoran secara umum adalah akibat air yang meresap ke dalam tanah yang mana jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka material tersebut menjadi licin dan material lapuk yang ada di atasnya akan bergerak mengikuti dan keluar lereng.

Longsoran merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh perusahaan tambang, tak heran jika setiap tahunnya banyak dari lereng tambang suatu perusahaan mengalami longsoran. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng ini antara lain adalah geometri lereng, aktifitas manusia, struktur geologi, keberadaan air tanah, serta sifat fisik dan mekanik batuan. Duncan dan Christoper pada tahun 2004 dalam bukunya menyebutkan bahwa jenis-jenis longsoran lereng dapat dibagi menjadi 4 jenis sebagai berikut:

1. Longsoran Bidang

Longsoran ini terjadi pada batuan yang memiliki bidang luncur bebas yang mengarah ke lereng dan bidang luncurnya terdapat pada bidang diskontinu seperti sesar, kekar, liniasi atau bidang perlapisan. Longsoran jenis ini biasanya terjadi pada permukaan lereng yang cembung dengan kemiringan bidang kekar rata-rata hampir atau searah dengan kemiringan lereng.

2. Longsoran Baji

Longsoran ini sering dijumpai pada garis perpotongan dua bidang kekar yang memmpunyai kemiringan ke arah kemiringan lereng. Longsoran baji terjadi pada batuan yang mempunyai lebih dari satu bidang lemah atau bidang diskontinu yang bebas, dengan sudut antara kedua bidang tersebut membentuk sudut yang lebih besar dari sudut geser dalamnya.

3. Longsoran Guling

Longsoran jenis ini terjadi pada lereng yang terjal pada batuan keras dengan bidang-bidang diskontinu hampir tegak atau tegak, longsoran ini dapat berbentuk blok atau bertingkat. Longsoran guling akan terjadi pada suatu lereng batuan yang arah kemiringannya berlawanan dengan kemiringan bidang-bidang lemahnya.

4. Longsoran Busur

Longsoran busur merupakan jenis longsoran yang sering dijumpai terjadi di alam. Tipikal longsoran berupa tanah, sedangkan pada batuan keras, jenis longsoran ini hanya dapat terjadi jika batuan tersebut sudah lapuk dan mempunyai bidang-bidang diskontinu yang rapat ataupun menerus sepanjang sebagian lereng sehingga menyebabkan longsoran geser di permukaan.

 

Penulis : Tasya Millenia

Editor  : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !