Detail Berita


Dampak Pembuangan Limbah Tambang ke Laut


"Limbah Air Tambang"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 02-12-2020

duniatambang.co.id - Pembuangan limbah tambang ke laut (Submarine Tailing Disposal atau biasa yang disingkat STD) adalah kegiatan pembuangan limbah tambang atau tailing ke lingkungan laut melalui pipa. STD dijadikan sebagai salah satu solusi bagi para perusahaan tambang untuk membuang tailing ke laut karena jika tailing dibuang di darat memerlukan lahan yang luas dan umumnya rentan membentuk unsur-unsur berbahaya apabila teroksidasi.

Solusi ini juga diklaim bahwa jika membuang tailing ke dasar laut dengan kandungan oksigen yang sedikit, maka tailing akan cenderung tidak teroksidasi sehingga tidak melepaskan logam beracun. Selain itu pada lingkungan dasar laut dinilai tidak mempunyai biota laut yang melimpah sehingga tidak terlalu mengganggu ekosistem sekitar. STD juga dinilai merupakan solusi yang relatif lebih murah.

Meskipun begitu, STD hanya dapat dilakukan jika memperoleh izin dari pihak yang berwenang sesuai peraturan yang berlaku. Banyak perusahaan tambang dunia yang memiliki teknologi dan ilmu pengetahuan yang baik tentang pelaksanaan STD, namun pada kenyataannya teknologi ini tetap tidak mampu menghindari dampak lingkungan laut, terutama terhadap bentos, plankton, dan fitoplankton di dalam laut. Oleh karena itu, STD dilarang di berbagai negara seperti Amerika, Kanada, dan Australia. Di Indonesia sendiri masih terdapat beberapa perusahaan di wilayah timur Indonesia yang melakukan STD ini. Hingga saat ini, pembuangan tailing ke laut memang masih banyak menuai pro dan kontra dari masyarakat, perusahaan, dan pemerintah.

Sejatinya baik itu STD ataupun pembuangan limbah tambang ke darat (Land Dam Tailing) merupakan kegiatan yang diharapkan dapat meminimalisir pencemaran lingkungan apabila dilakukan dengan benar, meskipun tetap akan berdampak pada lingkungan. Maka dari itu dalam pelaksanaannya harus dilakukan pengolahan yang tepat sehingga dapat memenuhi baku mutu dan tidak mencemari lingkungan.

 

Penulis : Iqlima Nur Annisa

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !