Detail Berita


Mengenal Pentingnya Peran CPI Pada Pertambangan



duniatambang.co.id - CPI atau Competent Person Indonesia merupakan penanggung jawab dalam pembuatan laporan hasil eksplorasi atau estimasi sumberdaya atau cadangan pada mineral atau batubara. Pembuatan laporan oleh seorang CPI memiliki standarisasi dari KCMI (Komite Cadangan Mineral Indonesia).

KCMI sendiri merupakan sebuah komite yang memiliki tanggung jawab dalam pengembangan, pembaharuan, dan sosialisi terhadap kode KCMI. KCMI sendiri meliputi perwakilan dari IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia), PERHAPI (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia), representatif dari ESDM (Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral) Indonesia, dan representatif dari BEI (Bursa Efek Indonesia).

Terdapat beberapa kriteria untuk menjadi seorang CPI, persyaratan ini digunakan sebagai untuk menjamin kualitas dari CPI. Berikut syarat untuk menjadi seorang CPI:

  1. Pendidikan minimal yang perlu dimiliki minimal S1 Ilmu Kebumian dengan pengalaman relevan minimal 5 tahun dalam Pelaporan Hasil Eksplorasi/Estimasi Sumberdaya/Cadangan.
  2. Seorang CPI harus mempunyai pengalaman sekurang-kurangnya lima tahun dalam bidang sesuai dengan bentuk mineralisasi dan jenis cebakan yang sedang dipertimbangkan sesuai kegiatan yang dilakukan oleh CPI.
  3. Seorang CPI juga merupakan anggota IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) dan PERHAPI (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia).
  4. Bertanggung jawab dan tanggung gugat atas laporan
  5. Pencatatan memalui verifikasi

Pekerjaan CPI memiliki dampak bagi publik. Pelaporan pertambangan yang dibuat seorang CPI dapat mempengaruhi jalnnya suatu aktivitas pertambangan yang dapat mempengaruhi jalannya kegiatan public pada daerah sekitar prospek tersebut. Maka dari itu seorang CPI memiliki kode etik yang dikeluarkan oleh organisasi profesi tempat CPI berada.

Berdasarkan daftar dari KCMI, Indonesia memiliki jumlah Competent Person sebanyak 333 orang. Jumlah ini dihimpun dari jumlah CPI berdasarkan data IAGI-MGEI (167 orang) dan PERHAPI (166 orang).  

CPI merupakan pekerjaan untuk menjaga dan memastikan bahwa sumber daya mineral dan batubara di Indonesia tidak dieksploitasi secara berlebihan. Dengan adnaya seorang CPI, penanggung jawab bersifat sebagai pengawas dan jaminan bahwa laporan eksplorasi dan estimasi dibuat dengan sebenar – benarnya sehingga dapat mencegah aksi penipuan yang dapat terjadi.

Dalam BEI, tanda tangan CPI dalam suatu laporan dapat dijadikan sebagai verifikator dan validasi yang akan dijadikan dasar bagi perusahaan tambang yang akan mencatatkan sahamnya di BEI. Dari hasil penandatangan, seorang CPI dapat mendapatkan upah sesuai dengan negosiasi antar perusahaan dengan CPI.

Menjadi seorang CPI adalah tanggung jawab yang besar dengan benefit yang juga setimpal. Dapat dikatakan seorang CPI merupakan pelindung sumber daya mineral dan batubara Indonesia agar tidak disalahgunakan dan di tambang secara sembarangan.

(FPL)