Detail Berita


RI dan Tiongkok Perkuat Kerjasama Investasi dan Perdagangan Batubara


"Penambangan batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 26-11-2020

duniatambang.co.id - Asosiasi Pertambangan  Batubara Indonesia (APBI-ICMA)  dengan  CCTDA  (China  Coal Transportation and Distribution), Rabu (25/11) menandatangani kerjasama untuk peningkatan ekspor batubara dari Indonesia ke Tiongkok.

Kesepakatan ini dilaksanakan dalam acara “China-Indonesia Coal Procurement Matchmaking Meeting” yang diselenggarakan secara  virtual  dimana  delegasi  Tiongkok mengikuti  acara  tersebut  di  kota  Nanning, Provinsi  Guangxi  sedangkan  delegasi  RI  di Jakarta.

Acara ini dibuka oleh sambutan dari perwakilan kedua pihak. Pertama oleh Mr. Peng Gang, Direktur  Jenderal  Departemen  Urusan  Asia, Kementerian Perdagangan RRT, kemudian sambutan dari pemerintah RI disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Selain itu, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RRT untuk RI Mr. Xiao Qian, dan Duta Besar Berkuasa Penuh RI untuk RRT dan Mongolia Djauhari Oratmangun yang menyaksikan secara virtual kesepakatan kerjasama ini.

Penandatanganan kerjasama antara APBI dengan CCTDA juga dihadiri oleh anggota APBI yang menjadi eksportir batubara ke RRT yaitu Adaro, Bukit Asam, Kideco, Indo Tambangraya Megah, Multi Harapan Utama, Berau dan Toba Bara. Turut hadir pula perwakilan dari Kedutaan RRT,  serta  CNCA  (China  National  Coal Association) asosiasi pertambangan batubara Tiongkok  yang  juga  telah  menandatangani kesepakatan bersama APBI di Jakarta tahun 2019 yang lalu.                    

Kerjasama ini diinisiasi oleh pemerintah kedua negara  di  mana  Kementerian  Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Republik Indonesia sejak beberapa bulan lalu menjajaki peluang dengan pemerintah RRT dengan difasilitasi oleh Kedubes RRT di Jakarta. Pertemuan langsung tingkat tinggi wakil dari kedua pemerintahan juga telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di Tiongkok. Upaya ini merupakan langkah konkrit pemerintah RI dan RRT dalam merayakan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Langkah inisiatif dari APBI ini bertujuan untuk menyepakati kebijakan pasokan jangka panjang ekspor  batubara.  Selain  itu  juga  untuk memfasilitasi  para  produsen  batubara  di Indonesia dengan pihak pembeli di RRT dan meningkatkan  perdagangan  bilateral kedua negara.                                      

Dalam pidatonya, Menko Maritim dan Investasi mengapresiasi kerjasama ini sebagai salah satu langkah  dalam  rangka  pemulihan  ekonomi Indonesia pasca dampak pandemi Covid-19. Menko   Luhut   juga  menegaskan   bahwa Indonesia  saat  ini  sedang  menggalakkan program hilirisasi yang merupakan langkah maju untuk  membantu perekonomian  dan mendorong energi hijau. Sehingga kebijakan hilirisasi  batubara  ini  dapat  dimanfaatkan sebagai peluang investasi bagi investor dari Tiongkok yang dikenal sudah sangat maju dalam penguasaan  teknologi   pengolahan  batubara termasuk gasifikasi.

Dalam kerjasama yang ditandatangani oleh Ketua Umum APBI Pandu Patria Sjahrir dan mitranya dari CCTDA Liang Jia Kun bersepakat untuk  menandatangani pembelian  kontrak batubara untuk tahun 2021, serta berkomitmen untuk mengimplementasi isi kontrak tersebut. Jangka waktu kerjasama ini sendiri berlangsung selama 3 tahun. Kesepakatan tersebut bernilai USD 1,46 miliar atau senilai Rp20,6 triliun.

Adapun untuk kerjasama antara APBI dengan CCTDA  ini  terdapat  sejumlah  pembahasan penting  lainnya  seperti  kesepakatan  jumlah volume ekspor Indonesia ke RRT untuk tahun 2021. Ketua APBI, Pandu Sjahrir mengingatkan pula dalam pokok kerjasama terkait kuantitas target ekspor batubara dari Indonesia akan ditinjau setiap tahunnya. Dalam kerjasama ini juga diperlukan penetapan indeks harga yang dapat dinegosiasikan secara berkala sebagai harga  acuan  impor  batubara  ke  RRT  dari Indonesia.

Kesepakatan ini diharapkan memberikan  manfaat  bagi  pelaku  industry batubara dalam kepastian ekspor batubara ke RI ke Tiongkok sehingga akan menjadi sentiment positif dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional Indonesia.

Sementara itu, Djauhari Oratmangun yang mengikuti kegiatan ini dari Provinsi Hainan Tiongkok menjelaskan bahwa berdasarkan data Kepabeanan Tiongkok, total ekspor Indonesia ke Tiongkok untuk produk Batubara, khususnya HS 2702, HS 2701 dan HS 2704, untuk periode Januari – September 2020 mencapai USD 4,9 miliar, menurun dibandingkan dengan total ekspor tahun 2019 dalam periode yang sama, sebesar USD 5,8 miliar. Meskipun pada tahun ini terjadi penurunan diakibatkan oleh pelemahan permintaan akibat Pandemi Covid-19, ia meyakini masih banyak peluang kerja sama Indonesia dan RRT di bidang batubara yang dapat digali dan terus dikembangkan.

Dalam acara virtual yang juga dihadiri oleh perwakilan dari beberapa perusahaan produsen batubara nasional, Ketua Umum APBI Pandu Sjahrir mengapresiasi dukungan dari pemerintah dalam mendorong kerjasama perdagangan dan investasi di sektor industri batubara yang merupakan industri yang berkontribusi signifikan tidak hanya bagi penerimaan negara tetapi juga bagi ketahanan energi nasional. Dengan kerjasama ini, produsen batubara nasional optimis menatap tahun 2021 meskipun pasar batubara global diperkirakan belum akan pulih sepenuhnya seperti di level tahun 2018-2019. (*)

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !