Detail Berita


Begini Cara Penambangan Pasir Kuarsa


"Tampilan sudut rendah formasi batuan"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 25-11-2020

duniatambang.co.id Pasir kuarsa merupakan salah satu bahan galian yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan industri seperti media penyaring air, bahan pembuat kaca, keramik, beton, dan masih banyak lagi.

Melihat sederet manfaat pasir kuarsa tentu sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mungkin menimbulkan pertanyaan bagi sobat tentang bagaimana cara penambangan pasir kuarsa dari eksplorasi hingga pengangkutan? Untuk mengetahui jawabannya mari simak informasi berikut ini.

Eksplorasi

Dalam pertambangan tentu tak terlepas dari istilah “eksplorasi”, yang mencakup studi geologi dan geofisika. Hal ini bertujuan untuk mencari wilayah mana yang berpotensi dan dapat menguntungkan sesuai harapan. Secara geologi, pasir kuarsa umumnya ditemukan pada dataran rendah hingga pesisir. Pasir kuarsa terbentuk dari batuan yang mengandung mineral kuarsa dan mengalamai pelapukan, erosi, hingga transportasi. Sifat kuarsa yang resisten menyebabkan mineral ini tersisa dan terbentuklah endapan pasir silika. Lamanya pengendapan juga mempengaruhi produk sedimentasinya yaitu berupa pasir atau batupasir. Berdasarkan data yang diperoleh dari laman Geoportal KESDM, beberapa wilayah berpotensi memiliki pasir kuarsa di Indonesia diantaranya:

  1. Desa Muara Bomboy, Kalimantan Timur (49 Juta Ton)
  2. Dusun Panaragan Kampung, Lampung (5 Juta Ton)
  3. Desa Sekarwangi, Sukabumi, Jawa Barat (4 Juta Ton)
  4. Watu Bangga, Sulawesi Tenggara (4,5 Miliar Ton)

Agar menjamin nilai keekonomisan suatu tambang pasir kuarsa, maka diperlukan adanya analisis geologi untuk menentukan persentase kandungan kuarsa (SiO2) dan besar butir. Tidak ada ketentuan khusus mengenai persentase yang direkomendasikan, namun secara umum pasir yang dijual memiliki kandungan >90% kuarsa, untuk menentukan nilai ini kita dapat menggunakan analisis geokimia berupa XRF (X-Ray Fluorescence). Sedangkan besar butir dapat ditentukan dengan menggunakan analisis granulometri, hal ini dilakukan karena setiap ukuran butir memiliki harga dan kegunaan yang berbeda nantinya. Sedangkan untuk menentukan luas endapan pasir kuarsa diperlukan adanya metode geofisika berupa uji resistivitas (Tahanan batuan).

Mengurus IUP (Izin Usaha Produksi)

Sebagai warga negara yang baik, pastinya harus menaati peraturan yang berlaku. Penambangan pasir kuarsa telah diatur sejak disahkannya UU Nomor 11 tahun 1967 hingga UU Nomor 3 Tahun 2020 yang menjadi penyempurna UU Nomor 4 Tahun 2009. Menurut UU Nomor 3 Tahun 2020, pasir kuarsa tergolong kedalam mineral bukan logam yang dibutuhkan untuk menjamin pasokan industri strategis, salah satunya industri semen.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Geoportal KESDM, hingga November 2020 kepengurusan izin untuk bahan galian ini didominasi tingkat gubernur di masing-masing daerah. Setelah mengurus izin, barulah lokasi tersebut dapat ditambang.

Eksploitasi

Secara garis besar, metode penambangan pasir kuarsa terbagi menjadi dua yaitu cara basah (hydraulic mining) dan cara kering (alluvial mine atau strip mining). Untuk endapan berupa material lepasan, cara kering dengan metode alluvial mining bisa jadi pilihan yang tepat. Dimana endapan dikeruk secara langsung menggunakan excavator. Cara lain untuk menambang endapan tipe ini yaitu menggunakan cara basah dengan hydraulic mining, dimana metode ini memanfaatkan air bertekanan tinggi yang ditembakan kearah endapan, kemudian material pasir silika akan terbawa oleh air dari endapan menuju stockpile melalui parit atau jalur yang telah dibuat sebelumnya.

Sedangkan pada endapan pasir yang cenderung kompak atau berupa batupasir umumnya menggunakan cara kering dengan metode strip mining, dimana penambangan terlebih dahulu dilakukan menghilangkan vegetasi, tanah, dan blasting jika diperlukan yang disesuaikan dengan pemodelan geometri endapan.

Pengolahan

Setelah dieksploitasi, pasir kuarsa yang ditambang secara kering terlebih dahulu dicuci dan diletakkan pada stockpile untuk dikeringkan. Hal ini berguna untuk menghilangkan tanah dan mineral pengotor. Setelah kering, pasir selanjutnya dilakukan meshing untuk menyaring ukuran butir agar seragam.

Pengangkutan dan Distribusi

Pasir kuarsa yang telah melalui proses pembersihan dan penyaringan pun siap untuk didistribusikan menuju industri-industri yang telah disebutkan sebelumnya.

Dari artikel ini, kita dapat diketahui bahwasannya penambangan pasir kuarsa tergolong cukup mudah untuk dilakukan apabila dibandingkan dengan penambangan bahan galian jenis lain. Kunci utamanya adalah pemilihan jenis penambangan yang tepat dan sesuai dengan karakteristik endapan pasir kuarsa.

 

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !