Detail Berita


Inilah Cara Eksplorasi Mineral dengan Metode Geomagnetik


"Gua Khao Luang"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 24-11-2020

duniatambang.co.id - Metode Geomagnetik merupakan salah satu metode eksplorasi geofisika yang sering digunakan untuk eksplorasi batuan mineral, panas bumi (geothermal), minyak bumi, pencarian prospeksi benda-benda arkeologi hingga untuk monitoring gunungapi. Metode ini dapat memetakan area yang luas, dengan mengukur variasi medan magnetik yang disebabkan oleh medan magnetik remanen dan medan magnetik induksi. Alat yang digunakan untuk mengukur kemagnetan batuan/nilai kuat medan magnetik total adalah Proton Precission Magnetometer (PPM).

Peralatan lain yang bersifat mendukung survei ini adalah Global Positioning System (GPS) untuk mengukur posisi titik pengukuran dan menentukan titik posisi pengukuran dengan bantuan satelit. Pada saat melakukan eksplorasi dengan target mineral seperti emas, mangan, bijih besi dan lainnya, perlu pengetahuan mengenai nilai suseptibilitas batuan dan mineral tersebut. Nilai suseptibilitas sangat penting untuk mencari suatu anomali suatu mineral karena memiliki keunikan atau perbedaan nilai suseptibilitas. Nilai suseptibilitas magnetik batuan akan bertambah seiring dengan tingginya kandungan mineral magnetik.

Akuisisi data magnetik dilakukan dengan membuat base station (pengamatan medan magnet) dan membuat station pengukuran yang membentuk grid data sesuai luas lokasi pengukuran. Data yang dicatat adalah hari, tanggal, waktu, kuat medan magnetik, kondisi cuaca dan lingkungan. Kemudian melakukan pengukuran medan magnet di station pengukuran, pada saat bersamaan dilakukan variasi harian di base station. Setelah melakukan akuisisi data, maka dilakukan prosesing data dengan melakukan koreksi harian, koreksi IGRF (The International Geomagnetic Reference Field), koreksi topografi, reduksi ke bidang datar untuk mempermudah proses pengolahan dan interpretasi data magnetik, pengangkatan ke atas (Upward continuation), hingga koreksi efek regional untuk menginterpretasikan anomali medan magnetik yang menjadi target eksplorasi.

Eksplorasi mineral ini selanjutnya dilakukan interpretasi secara kualitatif dan kuantitatif. Pengolahan dan interpretasi data dilakukan dengan bantuan software yang tersedia, misalnya Magpoly, Mag2dc, Geosoft Oasis Montaj, atau lainnya.

 

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !