Detail Berita


Harapan Emiten Batubara Untuk Bisa Pulih Dari Pandemi di Tahun Depan


"Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 23-11-2020

duniatambang.co.id - Kondisi global di tahun 2021 mendatang, khususnya terkait wabah pandemi Covid-19, akan menjadi faktor utama para emiten tambang untuk mengatur rencana strategis guna memulihkan kinerja. Pasalnya selama periode tahun 2020 ini, mayoritas emiten tambang kompak mengalami kontraksi sehingga kinerja secara keseluruhan menjadi terpuruk.

PT United Tractors Tbk (UNTR) misalnya, yang hingga saat ini belum mampu memberikan gambaran mengenai rencana yang akan diambil perusahaan di tahun depan, karena melihat wabah pandemi Covid-19 yang masih dalam kondisi penuh ketidakpastian kapan akan berakhir.

Langkah penuh kehati-hatian masih terus dipertahankan United Tractors, meskipun saat ini harga batubara global sudah mulai menunjukkan tanda-tanda mulai bangkit dari harga terendahnya. Tanda-tanda membaiknya harga batubara global ini, mulai tercatat sejak awal kuartal keempat tahun 2020.

Sebagai informasi, pada penutupan perdagangan pekan kemarin, harga batubara Newcastle yang tercatat untuk kontrak bulan Desember 2020, berada di angka USD62,6 per ton. Selama satu bulan terakhir, diketahui kenaikannya telah mencapai hingga sebanyak 13,51 persen.

Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) masih melihat jika kondisi pasar batubara global pada tahun depan masih belum bisa pulih sepenuhnya. Karena hal tersebut, pihak perusahaan juga sependapat dengan United Tractors bahwa masih akan mengkaji lebih lanjut dampak dari wabah pandemi Covid-19, sebelum mereka melakukan penyusunan target produksi serta penjualan untuk tahun 2021 mendatang.

Namun pihak Bukit Asam memastikan jika target produksi yang dipatok masih lebih tinggi dibandingkan target produksi untuk tahun ini. Pihak perusahaan menilai pergerakan harga batubara yang semakin membaik, akan memberikan dukungan yang cukup signifikan guna memulihkan harapan perusahaan pada sektor ini.

Untuk tahun ini, target produksi Bukit Asam yakni sebanyak 25,1 juta ton, sementara target penjualannya sebanyak 24,9 juta ton.

Di pihak lain, Bumi Resources akan meningkatkan lagi target produksi batubara mereka di tahun 2021 mendatang yakni sebesar 90 juta ton. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan target untuk tahun yang berada di angka 83 sampai 85 juta ton.

Pihak Bumi Resources mengaku cukup optimis dengan kondisi di tahun depan yang akan semakin membaik. Terlebih juga dikarenakan kondisi geopolitik dunia yang juga menjadi lebih stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !