Detail Berita


Menambang Seperti Lubang Tikus, Memang Ada?


"Ilustrasi penambangan gophering"
Sumber gambar: Diktat Kuliah Sistem Penambangan Bawah Tanah ITB


Tanggal terbit: 20-11-2020

duniatambang.co.id - Istilah tambang bawah tanah sudah tak asing lagi didengar oleh sebagian besar masyarakat. Tambang bawah tanah adalah metode penambangan yang segala kegiatan atau aktivitas penambangannya dilakukan di bawah permukaan bumi dan tempat kerjanya tidak langsung berhuungan dengan udara luar. Penambangan bawah tanah meliputi beberapa kegiatan seperti pembuatan jalan masuk, penggalian bijih dari badan bijih, dan pengangkutan bijih ke permukaan. Namun dari sekian metode penambangan bawah tanah, ada salah satu metode yang menarik namun jarang diketahui banyak orang. Metode ini terbilang sangat tradisional dan sangat sederhana, yaitu metode gophering.

Gophering atau coyoting (di Indonesia biasa disebut lubang tikus atau lubang marmot) merupakan suatu metode penambangan yang tidak sistematis, tidak perlu mengadakan persiapan penambangan (development works), dan arah penggalian hanya mengikuti arah larinya endapan bijih (vein). Metode ini cocok diterapkan pada endapan bijih yang kecil-kecil, terpisah-pisah, letaknya terpencil dan bentuknya tidak teratur. Oleh karena itu bentuk dari ukuran lombong (sumber pengambilan bijih) juga tidak menentu, tergantung dari ukuran endapan bijih, dan tidak ada penyanggaan pada lombong tersebut. Adapun lubang untuk akses jalan masuk dan keluar penambang mempunyai diameter yang hanya muat untuk satu orang, dilakukan dengan merayap, dan tidak jarang penambang tertimbun akibat tidak adanya penyanggaan di dalam lubang tersebut. Maka dari itu, metode penambangan ini bisa dibilang cara penambangan yang paling sederhana, lebih hemat biaya sehingga metode ini lebih banyak dilakukan oleh daerah-daerah dengan upah buruh yang relatif lebih rendah, namun minim keselamatan penambang.

Segi positif dari metode gophering adalah ongkos penambangan relatif jauh lebih murah serta dapat memberi tempat kerja dan pendapatan tambaha bagi penduduk di sekitar endapan bijih. Sedangkan segi negatif dari metode gophering adalah produksinya rendah, berpotensi lebih mudah mencemari lingkungan hidup di sekitar, serta kurang memperhatikan keselamata dan kesehatan kerja para pekerjanya.

 

Penulis : Iqlima Nur Annisa

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !