Detail Berita


Deposit REE PT Timah Tbk Jadi Aset Indonesia dalam Pasar Global Mendatang



Tanggal terbit: 30-06-2019

duniatambang.co.id - Penelitian terkait keberadaan dan manfaat Rare Earth Element (REE) telah banyak dilakukan. Menurut penelitian Isyatun Rodliyah, Pusat Penelitian Teknologi Mineral dan Batubara (tekMIRA), REE atau Logam Tanah Jarang (LTJ) memiliki peranan yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan material teknologi tinggi.

Dikutip dari data kajian KESDM tahun 2017, deposit LTJ tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Pada pulau Sumatera, volume deposit LTJ diperkirakan mencapai 4.426.115,4 ton dengan estimasi sekitar 0,45% dari volume tersebut mengandung LTJ. Di Pulau Bangka Belitung, volume deposit LTJ  mencapai lebih dari 16,6 miliar meter3 dengan asumsi 0,0023%, mengandung LTJ. Pada Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi, volume deposit diperkirakan masing-masing mencapai 1.928.640 ton dan 1.515.056 ton.

(Baca juga:https://duniatambang.co.id/Berita/read/130 )

Di Indonesia terdapat 2 jenis mineral yang mengandung LTJ yaitu monasit dan senotim. Mineral-mineral tersebut harus diolah lebih lanjut untuk mendapatkan logam dalam bentuk oksidanya atau logam tanah jarang murni.  Monasit adalah mineral yang mengandung LTJ yang besar di Indonesia, terutama pada penambangan timah. Berdasarkan hasil studi BATAN di daerah penambangan timah, ada beberapa daerah potensi deposit monasit yaitu terdapat pada daerah Bangka Belitung , Rirang-Tanah Merah, dan Karimata/Ketapang (Atmawinata, A., 2011).

(Baca jugahttps://duniatambang.co.id/Berita/read/127 )

Berdasarkan data dari Laporan Sumberdaya dan Cadangan Holding Industri Pertambangan, bahwa deposit LTJ khususnya monasit PT Timah Tbk terdapat pada lokasi onshore dan offshore. Total volume deposit monasit pada lokasi onshore dan offshore adalah 4.403.342.920 m3 dengan kadar 0,005 Kg/m3 dan tonase 22.012 ton. Dengan rincian pada lokasi onshore, volume monasit adalah 1.198.332.10 m3, dengan kadar 0,014 Kg/m3, dan tonase sebesar 16.169 ton. Dan pada lokasi offshore, terdapat volume deposit monasit sebesar 3.205.010.750 m3, dengan kadar 0,002 Kg/m3, dan tonase  sebesar 5.843 ton.

Jika dilihat pada data Inalum tersebut, volume deposit mineral monasit yang terdapat pada offshore lebih besar daripada onshore.  Tetapi, kadar mineral monasit pada lokasi offshore justru lebih rendah dibandingkan dengan kadar mineral monasit pada lokasi onshore.

PT Timah Tbk kini sedang membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) mineral LTJ. Mineral LTJ yang sudah dimurnikan memiliki daya jual yang cukup mahal. Pembangunan smelter ini guna mendorong pertumbuhan industri di Indonesia sehingga deposit monasit yang berpotensi dapat menjadi aset bagi Indonesia dalam memenuhi pasaokan LTJ  pada pasar global.

 

(MS)

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !