Detail Berita


Eksplorasi Geobotani, Pencarian Tanaman Pendeteksi Mineral Logam


"Ilustrasi Tanaman Pendeteksi Mineral Logam"
Sumber gambar: https://herald-review.com


Tanggal terbit: 13-11-2020

duniatambang.co.id - Geobotani merupakan studi yang mengaitkan antara  antara geologi dan tanaman. Secara khusus membahas hubungan tumbuhan sebagai panduan  yang dapat digunakan dalam studi geologi, misalnya di eksplorasi mineral, studi biogeokimia, geologi medis, maupun dalam eksplorasi menggunakan  penginderaan jauh pada area tertentu (Odhiambo, 2016). Eksplorasi geobotani didasarkan pada batuan yang mengalami proses pelapukan akan menghasilkan soil atau tanah yang menjadi media tumbuh dari tanaman. Tanaman-tanaman tertentu akan tumbuh pada kondisi geologi dengan karakterisitik yang bisa mendukung pertumbuhan tanaman tersebut. Oleh karena itu, tanaman akan mengindikasikan kondisi geologi di bawahnya dan dapat menjadi panduan untuk menginterpretasikan potensi yang ada di bawah permukaan.

Eksplorasi geobotani sendiri sudah sejak lama digunakan dalam penentuan daerah prospek barang tambang. Pada tahun 1556, metode ini pertama kali ditemukan dan terbukti cukup membantu dalam proses penemuan barang tambang. Seiring berjalannya waktu, eksplorasi ini mengalami perkembangan yang signifikan, seperti kombinasi antara metode ini dengan GIS yang dapat menginterpretasikan kondisi bawah permukaan melalui interpretasi citra pada tumbuhan penutup lahan. Tumbuhan penutup lahan ini akan menjadi pathfinder dalam penentuan prospek endapan logam ekonomis yang dapat ditambang. Berdasarkan Mezhenskiy (2004) dalam Zokirov & Aripova (2018), berikut beberapa tumbuhan yang berasosiasi dengan keberadaan mineral/bahan tambang:

1. Alpine Pennycress (Thlaspi alpestre)

Tumbuhan pendek berbunga yang tumbuh di sekitar Pegunungan Rocky dan Pegunungan Alpen yang dapat tumbuh pada kondisi tanah yang mengandung oksida logam. Tumbuhan ini mencirikan adanya kandungan seng dan kadmium.

2. Alyssum (Alyssum bertolonii)

Tumbuhan alysum dapat tumbuh pada tanah hasil lapukan batuan ultramafik di daerah Albania. Tumbuhan ini menunjukkan adanya kandungan nikel di bawah permukaan.

3. Sargent Cypress (Cupressus sargentii)

Tumbuhan konifer ini merupakan tumbuhan endemik California dan tersebar hingga Pegunungan Coast Ranger yang membentang pada tepi barat Amerika Utara. Tumbuhan ini menjadi petunjuk adanya deposit emas di bawah tanah.

4. Silver Fir (Abies alba)

Tumbuhan konifer yang tumbuh pada Pegunungan Pirania, Alpen, hingga Normandia yang berada di dekat Prancis. Tumbuhan ini dapat menjadi penciri adanya kandungan emas.

5. Minuartia (Minuartia verna)

Tumbuhan pendek berbunga yang tumbuh di sepanjang kawasan Balkan higga Italia. Tumbuhan ini memberikan petunjuk keberadaan timbal dan tembaga.

6. Praire Sagebrush (Artemisia frigida)

Tumbuhan semak ini dapat berbunga secara periodik dalam setahun. Tumbuhan ini satu keluarga dengan bunga matahari dan menyebar merata pada Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Tumbuhan ini mencirikan keberadaan tungsten/wolfram.

Selain tumbuhan-tumbuhan yang telah disebutkan di atas, terdapat beberapa tumbuhan yang mencirikan adanya deposit logam ekonomis yang tumbuh di Indonesia. Salah satunya adalah tumbuhan eukaliptus yang banyak tumbuhn di Papua dan mencirikan adanya endapan emas. Juga tumbuhan Sarcotheca celbica da Knema matanensis yang tumbuh pada daerah Sulawesi yang dapat mencirikan keterdapatan nikel sekaligus mengikat nikel dan mengakumulasikannya di dalam batangnya.

 

Penulis : Wahyu Ardiansyah

Editor  : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !