Detail Berita


Hyperspectral Remote Sensing, Gaya Baru Metode Eksplorasi Mineral Logam Ekonomis


"Aster Arizona Morenci Mine"
Sumber gambar: https://www.satimagingcorp.com/applications/energy/mining/


Tanggal terbit: 10-11-2020

duniatambang.co.id - Metode eksplorasi yang dilakukan untuk menemukan potensi barang tambang maupun hidrokarbon ada beragam jenis. Metode eksplorasi biasanya akan di awali oleh proses  remote sensing dan cara-cara lain yang dianggap efektif. Metode ini merupakan pengembangan dari metode remote sensing konvensional yang menggunakan citra pada umumnya.

Remote sensing menjadi salah satu metode terpenting untuk dengan cepat dan langsung memperoleh informasi tentang permukaan bumi. Namun metode remote sensing yang konvensional memiliki limitasi dan batasan ternteu, terutama terkait cuaca, tutupan vegetasi, dan penyinaran matahari. Perkembangan metode remote sensing hingga saat ini menjadikan metode ini lebih bisa melewati limitasi yang ada sebelumnya. Salah satu metode yang banyak dikembangkan dan digunakan untuk eksplorasi awal adalah hyperspectral remote sensing.

Hyperspectral remote sensing menggabungkan dua tipe penginderaan, yakni menggunakan pencitraan dan spektroskopi. Citra yang digunakan akan menangkap gambar penginderaan jauh yang terkait dengan distribusi spasial tertentu berdasarkan intensitas radiasi elektromagnetik yang dipantulkan/dipancarkan yang terintegrasi pada beberapa pita spektrum (Eisman, 2012 dalam Bedini, 2017). Pengolahan data hiperspektral dapat digunakan untuk menginterpretasi mineral-mineral berdasarkan tanda spektralnya dalam rentang panjang gelombang 0,400 hingga 2,500 µm (Crosta, dkk. 2017) namun tetap harus disesuaikan dengan kondisi geologi yang ada. Teknologi Hyperspectral remote sensing dimulai dengan pengembangan Jet Propulsion Laboratory of the Airborne Imaging Spectrometer (AIS) kemuidian dikembangkan menjadi Airborne Visible / Infrared Imaging Spectrometer (AVIRIS) yang banyak digunakan dewasa ini (Vane et al., 1993; dalam Bedini, 2017).

Metode Hyperspectral remote sensing dapat memetakan mineral-mineral ekonomis yang tersebar dalam permukaan. Beberapa studi yang telah dilakukan dalam menggunakan metode ini, antara lain sebaran intan dalam kimberlit maupun unsur tanah jarang dalam karbonatit. Selain itu, deposit endapan logam ekonomis seperti endapan porfiri, endapan epitermal Au-Ag , rmas orogenik, deposit besi oksida-tembaga-emas (IOCG), endapan ekshalasi sedimen Pb-Zn-Ag (Bedini, 2017). Perkembangan teknologi ini merupakan hal yang powerful untuk dilakukan dalam studi awal dalam memetakan endapan mineral ekonomis. Namun kekurangan dari teknologi ini yakni belum dikembangkan untuk menginterpretasi mineral-mineral yang ada di bawah permukaan sehingga membutuhkan pemetaan untuk mengidentifikasi langsung persebaran mineral yang ada di lapangan.

 

Penulis : Wahyu Ardiansyah

Editor  : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !