Detail Berita


Peranan Geoteknik Engineer di Tambang Terbuka


"Pekerja di area penambangan"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 09-11-2020

duniatambang.co.id - Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Republik Indonesia Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik, geoteknik tambang adalah pengelolaan teknis pertambangan yang meliputi penyelidikan, pengujian conto, dan pengolahan data geoteknik serta penerapan rekomendasi geometri dan dimensi bukaan tambang, serta pemantauan kestabilan bukaan lereng. Jadi dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa peranan seorang geoteknik engineer pada dunia pertambangan di mulai dari kegiatan perencanaan, hingga kegiatan pasca tambang yang berkaitan erat dengan produksi dan produktivtas di lapangan. Dengan kondisi tersebut, tidak heran apabila kehadiran seorang geoteknik engineer sangat berpengaruh dan diperlukan dalam suatu proses pertambangan suatu bahan galian, bahkan di beberapa perusahaan terdapat satuan kerja khusus untuk mengkaji geoteknik suatu daerah tambang. Menarik bukan? Mari kita simak beberapa peranan seorang geotek engineer dalam suatu daerah tambang terbuka berikut ini.

1. Penyelidikan geoteknik

Seorang geoteknik engineer bertanggung jawab dalam melakukan penyelidikan geoteknik yang meliputi penentuan jumlah, kedalaman, dan lokasi pengeboran inti, deskripsi litologi, pengukuran dan analisis struktur geologi, kegempaan, pengaruh peledakan, serta hasil penyelidikan hidrologi dan hidrogeologi.

2. Rock classification

Selain itu, geotenik engineer juga akan bertanggung jawab terhadap penyelidikan suatu conto batuan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik batuan ataupun tanah yang diperlukan dalam rangka perencanaan dan desain tambang.

3. Pengolahan Data Hasil Penyelidikan Geoteknik dan Rock Classification

Hal ini menggambarkan model dengan parameter yang ditetapkan berdasarkan hasil butir sehingga mendapatkan nilai faktor keamanan dan probabilitas longsor suatu lereng tambang. Kegiatan ini juga akan menghasilkan penjelasan geometri dan dimensi bukaan dan timbunan tambang ataupun penyanggaan yang diperlukan sehingga akan menghasilkan rekomendasi rencana pemantauan yang dilakukan untuk menilai kestabilan bukaan tambang.

4. Membuat Peta Potensi Bahaya Longsor

Peta ini dibuat berdasarkan hasil asesmen terhadap kondisi lereng dan peta mitigasi bahaya longsor yang meliputi zona bahaya, zona aman, tempat berkumpul, serta jalur evakuasi apabila terjadi kondisi bahaya.

5. Monitoring Lereng

Geoteknik engineer akan bertanggung jawab memonitoring lereng dengan memastikan kestabilan lereng dan tindak lanjut hasil pemantauan. Setiap kejadian longsor pada lereng penambangan kemudian dilakukan pemeriksaan dan dilakukan analisis ulang geoteknik. Faktor keamanan untuk lereng tambang keseluruhan dihitung menggunakan kuat geser puncak, sedangkan untuk lereng tambang tunggal dan lereng timbunan dihitung menggunakan kuat geser residual/ sisa. Dalam memonitoring lereng biasanya dipantau pergerakannya menggunakan suatu alat bantu yang langsung terhubung ke program computer sehingga dapat dipantau dari jauh ketika sewaktu-waktu terjadi pergerakan pada lereng.

6. Manajemen Bahaya Kegeoteknikan

Seorang geotek engineer juga berperan dalam melakukan manajemen bahaya ke geoteknikan. Hal ini akan berkaitan dengan rekaya geoteknik, yang dilakukan apabila terdapat suatu potensi bahaya pada suatu daerah. Rekayasa-rekayasa yang akan dilakukan ini harus berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti pihak mining engineer, HSE, hidrogeolgist, dll. sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang cukup kuat.

 

Penulis : Tasya Millenia

Editor  : Faris Primayudha

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !