Detail Berita


Mengenal Jenis-Jenis Detonator Sebagai Blasting Capsule


"Blast Crew for Gold Mine in Goldfields"
Sumber gambar: iminco.net


Tanggal terbit: 03-11-2020

duniatambang.co.id - Berdasarkan Keputusan Dirjen Minerba Nomor 309.K/30/MEM/2018, bahan peledak merupakan senyawa kimia, campuran, atau alat yang dibuat, diproduksi atau digunakan untuk membuat bahan peledak dengan reaksi kimia yang berkesinambungan di dalam bahan-bahannya. Bahan peledak dalam hal ini termasuk detonator yang biasa disebut sebagai blasting capsule. Detonator merupakan alat pemicu awal yang menimbulkan inisiasi dalam bentuk ledakan kecil sebagai bentuk aksi yang memberikan efek kejut terhadap bahan peledak peka detonator. Bahan selubung luar dari detonator ini terbuat dari aluminium atau tembaga yang berisi bahan peledak kuat dengan jumlah tertentu yang menentukan kekuatan dari ledakannya dan juga sebagai bahan penimbul panas. Detonator dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu detonator biasa, detonator listrik, detonator nonel, dan detonator elektronik.

1. Detonator Biasa

Bagian-bagian utama dari detonator biasa adalah ramuan pembakar, isisan utama dan isian dasar dengan mekanisme peledakan diawali dari sumber panas yang berasal langsung dari api melalui sumbu api yang akan membakar ramua pembakar. Panas yang ditimbulkan oleh ramuan pembakar akan menginisiasi isian utama yang selanjutnya meledakkan isian dasar. Detonator jenis ini juga bisa meledak bila terkena panas yang berlebih, dipukul-pukul, dan dibanting keras. Kelebihan dari detonator tipe ini adalah tidak dipengaruhi oleh gelombang radio dan arus liar dari dalam bumi, lebih praktis, murah, dan mudah mengontrol untuk meledakkan beberapa lubang ledak dalam cuaca normal. Sedangkan kelemahannya adalah jumlah lubang yang diledakkan terbatas, dan harus terlebih dahulu tersambung dengan sumbu api.

2. Detonator listrik

Bagian-bagian utama dari detonator listrik adalah legwire yang terdiri dari kabel listrik dan selubung kabel, fusehead yang berisi kawat halus dan ramuan pembakar, isian utama, dan isian dasar. Mekanisme peledakan dari detonator jenis ini adalah setelah listrik mengalir melalui legwire, bagian fusehead di dalam detonator akan memijar. Setelah pijar dari kawat terbentuk, maka ramuan pembakar langsung terbakar dan timbul energi panas dalam ruang detonator yang akan menginisiasi ruang utama. Ledakan pada isisan utama akan menginisiasi isian dasar yang menghasilkan intensitas ledakan yang lebih besar sesuai dengan beratnya. Untuk menginisiasi detonator listrik harus digunakan alat pemicu seperti blasting machine. Kelebihan dari detonator listrik adalah jumlah lubang yang dapat diledakkan secara bersamaan relatif lebih banyak, pola ledakan dapat bervariasi serta penanganan lebih mudah dan praktis. Sedangkan kelemahannya adalah detonator jenis ini tidak dapat digunakan dalam cuaca mendung apalagi disertai kilat  yang dapat mengaktifkan aliran listrik sehingga dapat terjadi ledakan premature.

3. Detonator Nonel

Bagian-bagian utama dari detonator ini adalah sumbu nonel, plug penutup tidak tembus air, penyumbat anti statis, elemen transisi, elemen tunda, pelapis baja, isian utama, tabung aluminium, dan isian dasar. Isian bahan peledak detonator nonel sama seperti detonator lainnya, namun detonator ini memiliki sifat tahan terhadap air ataupun kondisi batuan yang berair sehingga dapat digunakan pada cuaca mendung atau udara yang mengandung arus listrik normal. Sumbu nonel digunakan untuk menginisiasi detonator nonel dengan alat pemicu khusus yang disebut shot firer atau shot gun atau juga bisa menggunakan detonator listrik. Detonator jenis ini banyak digunakan dalam kegiatan blasting di suatu tambang. Kelebihannya adalah jumlah lubang yang dapat diledakkan cukup banyak, bisa mencapai ratusan. Adanya waktu tunda pada detonator ini dapat menghasilkan arah lemparan fragmentasi lebih presisi, butiran fragmentasi lebih baik  dan getaran dapat lebih dikurangi. Sedangkan kelemahannya adalah harus berhati-hati dalam mengatur waktu tunda baik di permukaan maupun di dalam lubang ledak agar tidak gagal ledak.

4. Detonator Elektronik

Detonator elektronik adalah detonator  berkekuatan tinggi yang modern, dan dapat diprogram sepenuhnya. Setiap detonator  berisi papan sirkuit yang dapat diprogram untuk memulai pada waktu milidetik yang tepat dalam urutan penembakan. Sistem penembakan digital yang digunakan untuk inisiasi dari setiap rangkaian ini disimpan dalam perangkat lunak yang hanya dapat dimulai oleh peralatan khusus yang menawarkan keuntungan dalam keselamatan dan keamanan dibandingkan sistem tradisional. Detonator jenis ini dibuat dengan kemampuan peledakan dari jarak jauh, sehingga juga aman dari over voltage, arus liar, dan juga dapat mencegah terjadinya overlap. Dengan penyesuaian terus menerus dari model prediksi dari waktu ke waktu, kualitas prediksi,  fragmentasi, dan bentuk dinding  menjadi lebih realistis sehingga model prediksi dapat digunakan untuk meningkatkan desain ledakan dari sistem peledakan elektronik. Detonator ini sduah banyak digunakan dalam proses blasting baik di tambang terbuka ataupun tambang bawah tanah di Indonesia.

 

Penulis : Tasya Millenia

Editor : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !