Detail Berita


Menilik Peran Mikrobial dari Tahap Eksplorasi hingga Reklamasi Tambang


"Ilustrasi Riset Bioteknologi"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 02-11-2020

duniatambang.co.id Aplikasi bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari dari mikrobial umumnya dijumpai pada bidang pangan. Namun tahukah sobat bahwa aplikasi bioteknologi tersebut juga dapat diterapkan pada bidang pertambangan. Tak tanggung-tanggung, mulai dari tahap eksplorasi, produksi, hingga reklamasi metode ini pun saat ini sudah dapat diterapkan. Untuk mengetahui jenis dan peran mikrobial di masing-masing tahap tersebut, yuk simak artikel berikut ini.

Eksplorasi

Pada awalnya, penggunaan mikrobial untuk eksplorasi pertama kali dikembangkan pada tahun 1986 oleh dua orang peneliti asal Amerika Serikat bernama Glenda Michaels dan Walter Riese. Namun riset tersebut tak terlalu fenomenal, hingga akhirnya dikembangkan kembali oleh Dewan Riset Kanada dan  berhasil masuk kedalam jajaran teknologi inovatif dalam eksplorasi tahun 2020 versi PDAC (Prospector & Developers Association of Canada). Keunggulan metode ini dibandingkan geokimia tanah adalah dapat memetakan kedalaman mineralisasi.

Cara kerja mikrobial pada eksplorasi pun tak berbeda jauh dengan geokimia tanah, hanya saja target utamanya berupa lapisan B yang umumnya kaya akan kandungan organik. Kemudian sampel yang diambil akan difertilisasi dan dibekukan. Sedangkan parameter yang diukur dari metode ini didasarkan pada sistem pengurutan respon nilai toleransi logam dalam komunitas mikrobial. Setelahnya, hasil pengukuran diolah menggunakan analisa statistik sehingga didapatkan jejak dan kedalaman mineralisasi. Salah satu mikrobial penjejak yang muncul dan digunakan dalam eksplorasi logam adalah Cupriavidus (Ralstonia) metallidurans untuk emas.

Produksi

Penggunaan mikrobial dalam produksi terbagi kedalam biomining dan bioleaching, dimana biomining ditujukan pada logam yang lebih spesifik sedangkan bioleaching lebih ditujukan pada logam dasar. Cara kerjanya adalah mikrobial akan mengoksidasi logam pengotor atau mereduksi logam yang diinginkan. Beberapa mikrobial yang umum digunakan diantaranya:

  1. Leptospirillum ferrooxidans (Kobalt, Emas, dan Uranium)
  2. Leptospirillum ferriphilum (Polimetalik)
  3. Aspergillus niger (Tembaga dan Timah)

Reklamasi

Dalam penutupan tambang, mikrobial sangat umum digunakan untuk menetralkan air dan tanah disekitar tambang yang tercemar logam berat, hal ini disebut juga dengan bioremediasi. Pada tahun 2013, sebuah riset yang dilakukan oleh Freiberg University of Mining and Technology di Jerman menunjukkan bahwa metode ini memiliki efisiensi penetralan tertinggi hingga 99%. Cara kerjanya adalah mikrobial akan mengoksidasi kandungan logam pada media yang diinginkan. Beberapa mikrobial yang sering digunakan untuk remediasi tanah dari logam adalah Mesorhizobium loti dan Bradyrhizobium japonicum. Sedangkan untuk air biasanya menggunakan Acidithiobacillus ferrooxidans.

 

Penulis : Mochamad Risyad Rizkyafdhal

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !