Detail Berita


Optimisme Indonesia Jadi Raja Kendaraan Listrik Karena Dukungan Cadangan Mineral


"Mobil Listrik"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 23-10-2020

duniatambang.co.id - Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, menyebut bahwa Indonesia memiliki berbagai komoditas mineral, karena dukungan sumber daya alam yang melimpah dan tersebar di pelosok negeri. Bagi Luhut, kekayaan mineral yang dimiliki Indonesia, menjadi kunci untuk bisa membangun pabrik baterai hingga kendaraan listrik, dan merajainya.

Menurutnya, negara ini tidak kekurangan sumber daya mineral seperti nikel, bauksit, kobalt, tembaga, aluminium hingga mangan. Namun kekayaan mineral itu baru bisa memberikan hasil maksimal untuk kesejahteraan bangsa, hanya jika diolah menjadi produk jadi sebelum dijual. Bukan dijual dalam bentuk mentah atau setengah jadi.

“Kita ada semua komponen-komponen baterai hingga mobil listrik. Itu nanti menjadi bagian dari industri kendaraan listrik kita. Rantai pasokan material dari hulu ke hilir ini lah yang menjadi mimpi kita, kita bisa memiliki nilai tambah,” ungkap Luhut dalam acara INDY Fest 2020 awal pekan kemarin.

Luhut menambahkan, bahwa rencana untuk memajukan hilirisasi industri mineral itu bukan hanya sekedar wacana. Dia mencontohkan untuk pengolahan nikel misalnya, saat ini sudah sampai pada tahap memproduksi stainless steel, tidak hanya menjual bijih nikel atau turunannya saja.

Lebih lanjut saat ini sudah banyak perusahaan yang membangun smelter HPAL atau High Pressure Acid Leaching. Nantinya smelter tersebut mampu memproduksi Mix Hydroxide Precipitate (MHP) dan juga Mix Sulphide Precipitate (MSP). Kedua produk itulah yang nantinya menjadi bahan baku pembuatan komponen baterai lithium untuk kendaraan listrik. Jika pabrik itu mampu dibangun dan beroperasi dengan lancar, maka pabrik kendaraan listrik akan mengikuti.

Hal yang sama juga dilakukan untuk hasil mineral berupa bauksit, yang saat ini tengah mengembangkan industri bauksit untuk bisa mengolah dan menghasilkan bahan baku komponen elektronik, foil, pipa hingga badan pesawat. Salah satu contohnya bisa dilihat di pabrik smelter bauksit yang ada di Bintan.

Komoditas tembaga pun tak luput dari penerapan kebijakan pemerintah dalam hilirisasi barang tambang. PT Freeport Indonesia yang menjadi sasaran utama untuk membangun smelter tembaga untuk bisa mengolah dan memproduksi barang-barang elektronik, peralatan rumah tangga hingga kendaraan listrik juga.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !