Detail Berita


Kendaraan Operasional Tambang Berbasis Listrik, Efektifkah?


"Ilistrasi dump truck berwarna hijau di area pekerjaan tambang"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 21-10-2020

duniatambang.co.id - Berdasarkan riset yang dilakukan McKinsey & Company, sektor tambang merupakan penyumbang gas emisi CO2 hingga 7% dari total seluruh industri dunia. Hal ini menjadikan para perusahaan dan investor tambang mencari solusi untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Momen ini pun dimanfaatkan oleh brand-brand yang menawarkan teknologi BEV (Battery Electric Vehicles) untuk pertambangan baik dalam truk haul ataupun kendaraan angkut personil. Brand tersebut diantaranya Epiroc, Kuhn Schweitz, Hermann Paus, Normet, dan Miller Technology.

Dalam 5 tahun terakhir, satu-satunya teknologi eDumper (Truk haul berbasis listrik) yang telah komersil adalah hanya dimiliki oleh Kuhn Schweiz dengan menggandeng Komatsu dan Volvo. Sedangkan untuk  kendaraan angkut personil sudah banyak perusahaan yang mengeluarkan berbagai varian dengan spesifikasi yang tak begitu jauh seperti Miller Relay+ dan Paus Minca. Tetapi pernahkah sobat berpikir seberapa efektif kendaraan-kendaraan ini bila dibandingkan dengan kendaraan konvensional? Untuk mengetahuinya, yuk simak sedikit perbandingan ini.

Baca juga: Fuel Cell, Benarkah Alternatif Energi Masa Depan?

Produktivitas

Dilansir dari greencarreports.com, Kuhn Schweiz selaku produsen eDumper menyatakan bahwa kendaraannya mampu mengangkut bahan galian dari tambang menuju smelter seberat 65 ton sebanyak 20 kali putaran dalam satu hari. Jika dibandingkan dengan truk haul konvensial yang setara seperti Komatsu HD 605-8 dan CAT 773G, kendaraan ini dapat mengangkut sekitar 62 ton tanpa adanya batasan operasi.

Sedangkan dari kendaraan angkut personel elektrik, kendaraan ini mampu mengangkut jumlah penumpang hingga seberat 1.200 kg dan dapat beroperasi 3-4 jam serta perlu diisi ulang dengan rentang waktu 0,5-2 ,5 jam. Dari segi kapasitas, kendaraan konvensional tak memiliki perbedaan hanya saja lebih unggul karena dapat beroperasi secara tak terbatas tanpa mengisi bahan bakar yang memakan waktu.

Biaya Operasional

eDumper dapat menghasilkan surplus energi sebesar 200 kilowatt-jam dari adanya energi kinematik ketika eDumper berjalan dalam kondisi turunan sehingga total bahan bakarnya sebesar 77 megawatt-jam per tahun yang apabila dirupiahkan pada saat ini setara dengan 76 juta rupiah/tahun. Sebaliknya, dump truck konvensional dapat mengkonsumsi sekitar 11.000 hingga 22.000 galon bahan bakar solar setiap tahun atau setara dengan 391-782 juta rupiah/tahun.

Dalam kondisi jalan ideal, rata-rata kendaraan angkut personel elektrik seperti Miller Relay+ yang berdaya sebesar 43 KWh dan Paus MinCa yang berdaya 50KWh. Maka dapat diasumsikan bahwa kendaraan ini rata-rata berdaya 46,5 KWh atau setara dengan 46 ribu rupiah/jam. Sedangkan kendaraan konvensional yang setara seperti Land Cruiser 70, rata-rata menghabiskan sebanyak 6,6 liter solar/per jam atau jika dikonversikan rupiah saat ini akan setara dengan 61 ribu rupiah/jam.

Emisi Karbon

Dalam masalah emisi karbon, Kuhn Schweiz mengklaim bahwa teknologi eDumper dapat mengurangi emisi gas karbon sekitar 378 metrik ton secara efektif. Namun ini berlaku sebaliknya bagi truk haul konvensional. Hal ini pun tentunya juga berlaku antara kendaraan angkut personil baik berbasis listrik maupun konvensional, hanya saja metrik ton karbon yang dihasilkan atau direduksi akan lebih kecil.

Maka dapat disimpulkan bahwa secara produktivitas eDumper sedikit lebih efektif dibanding kendaraan konvensional bertenaga diesel. Namun dari segi biaya operasional eDumper jauh lebih efektif karena dapat menekan biaya berkat bantuan teknologi konversi energi kinematik. Kemudian dari segi emisi karbon, eDumper pun lebih efektif dalam menanggulangi masalah lingkungan sehingga dapat mengurangi stigma buruk masyarakat terhadap industri pertambangan.

Kemudian untuk rata-rata kendaraan angkut personil berbasis listrik memiliki produktivitas yang yang tak sebaik kendaraan angkut personil konvensional. Tetapi dari segi biaya operasional dan reduksi emisi karbon, kendaraan listrik jauh lebih efektif.

 

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !