Detail Berita


Cerita Dibalik Tambang Bitcoin


"Bitcoin"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 19-10-2020

duniatambang.co.id - Bitcoin merupakan salah satu cryptocurrency atau simpanan digital berbasis teknik kriptografi pertama yang sukses diciptakan pada tahun 2009 oleh seorang programmer yang menggunakan nama Satoshi Nakamoto. Satoshi mendefinisikan Bitcoin sebagai sistem pembayaran elektronik peer-to-peer yang menggunakan server berupa jaringan blockchain yang tersebar dimana-mana dengan sifat yang terdesentralisasi sehingga peredarannya tidak dikendalikan oleh satu lembaga tertentu. Adapun dalam proses transaksinya langsung dilakukan secara independen menggunakan komputer yang terhubung dengan internet ke seluruh dunia.

Dilansir dari ngomonginuang.com, awal mula diedarkannya Bitcoin terjadi pada tahun 2010 dengan harga hanya Rp 50 per Bitcoin. Namun seiring berjalannya waktu harga Bitcoin terus melonjak hingga puncaknya terjadi pada 16 Desember 2017 dengan harga Rp 260.0000.000 (dua ratus enam puluh juta rupiah) per Bitcoin. Dua hal utama yang menyebabkan tingginya harga Bitcoin adalah adanya pembatasan jumlah maksimal Bitcoin sebanyak dua puluh satu juta unit yang baru tercapai pada tahun 2140 serta volume transaksi Bitcoin yang semakin meningkat dari tahun ke tahun sebagai akibat dari banyaknya penggunaan Bitcoin sebagai mata uang dan banyaknya kegiatan jualbeli komoditas Bitcoin di bursa cryptocurrency.

Seiring tingginya harga Bitcoin di dunia maya, keberadaannya menghasilkan profesi baru yaitu penambang Bitcoin. Penambang Bitcoin adalah orang yang mengoperasikan komputer untuk mendapatkan Bitcoin dengan menyelesaikan sandi matematika di jaringan blockchain. Dilansir dari CNN Indonesia, proses penambangan Bitcoin dilakukan sepanjang hari dengan kondisi komputer beserta perangkat keras lainnya terus bekerja selama 24 jam. Menurut Ayip Helmy, para penambang Bitcoin bahkan telah menemukan cara yang lebih cepat untuk menambang yaitu dengan menggunakan kartu grafis canggih yang dibenamkan pada komputer. Selain itu di tempat bekerjanya komputer terdapat beberapa AC guna menjaga suhu ruangan agar tidak cepat panas sehingga komputer tetap beroperasi secara optimal dan tidak mudah rusak. Untuk mendapatkan Bitcoin tentunya bergantung pada secanggih apa perangkat lunak komputer (dalam hal ini perhitungan algoritma komputer) untuk menyelesaikan sandi matematika di jaringan blockchain dan sebesar apa kecepatan komputer yang digunakan. Hingga kini penambang Bitcoin masih terus meningkat dengan fantastis ketika bitcoinmarket.com beroperasi sejak Maret 2010 sebagai Bitcoin exchange pertama di dunia.

Meskipun bagi sebagian orang menambang Bitcoin dapat dianggap sebagai hal yang mudah, namun bitcoin.org memberi peringatan bahwa tambang Bitcoin memiliki pasar yang terbatas dan persaingan yang ketat sehingga tidak semua orang mampu untuk melakukan proses penambangan guna mendapatkan uang secara cepat. Dilansir dari ngomonginuang.com, salah satu kelemahan terbesar dalam menambang Bitcoin adalah fluktuasi nilai Bitcoin yang sangat agresif. Sebagai salah satu contoh, pada akhir tahun 2017 Bitcoin pernah menyentuh harga tertingginya sebesar USD 19.000 per Bitcoin, kemudian pada Desember 2018 harganya turun sebesar 84% menjadi USD 3000 per Bitcoin. Selain itu kehadiran Bitcoin di Indonesia masih belum diakui oleh Bank Indonesia sebagai alat pembayaran yang sah meskipun sudah berstatus sebagai komoditas aset digital yang dapat diperjualbelikan.

 

Penulis : Iqlima Nur Annisa

Editor   : Faris Primayudha

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !