Detail Berita


Investor Lokal Borong Saham Vale Rp5,5 Triliun, Lanjutan Divestasi ke Inalum?


"Ilustrasi pergerakan harga saham"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 19-10-2020

duniatambang.co.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat adanya transaksi skala besar di perdagangan saham. Tepatnya di pasar negosiasi yang menjadi satu diantara tiga pasar yang ada di BEI selain pasar tunai dan reguler.

Baca juga: Begini Perubahan Susunan Pemegang Saham Vale Indonesia

Perdagangan skala besar itu dicatatkan oleh investor asing yang melakukan transaksi jual bersih atau net sell untuk saham PT Vale Indonesia (INCO). Kemungkinan besar hal ini merupakan bagian dari realisasi divestasi pembelian saham pemerintah, yang dilaksanakan melalui MIND ID selaku holding BUMN pertambangan.  

Dalam transaksi tersebut tercatat, pembeli saham milik investor asing tersebut diketahui merupakan seorang investor lokal melalui broker PT Danareksa Sekuritas. Seperti yang diketahui, Danareksa selama ini adalah milik BUMN.

Besaran transaksi yang dilakukan yakni sebanyak 19.872.677 lot saham yang harga per lembarnya berada di angka Rp2.780. Jumlah total dana yang dikeluarkan oleh investor lokal itu sebanyak Rp 5,5 triliun.

Lebih lanjut, proses transaksi itu juga dilakukan dengan memecah menjadi dua kali proses transaksi.

Sebagai informasi tambahan alasan transaksi ini dilakukan di pasar negosiasi adalah karena nilai dana yang terlibat yang jumlahnya sangat besar. Selama ini pasar negosiasi memang ditujukan sebagai sarana transaksi yang melibatkan pemilik saham besar, sehingga transaksi yang dilakukan ini tidak berimbas atau memberikan dampak kepada pasar reguler. Kemudian jumlah dan harganya pun juga bisa ditentukan kedua belah pihak hingga mencapai nilai yang disepakati.

Transaksi pembelian saham milik Vale oleh pemerintah Indonesia ini bukanlah yang pertama dilakukan pada tahun 2020 ini. Pada bulan Juni yang lalu, melalui MIND ID, pemerintah juga membeli saham tambang nikel raksasa asal Brazil itu sebanyak 20 persen.

Adapun penandatangan jual beli saham yang dilakukan pada bulan Juni kemarin itu merupakan lanjutan dari perjanjian pendahuluan yang dilakukan pada Oktober 2019 silam.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor  : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !