Detail Berita


Inilah 5 Wanita Tambang Inspiratif di Asia, Siapa Saja?


"Pekerja wanita di site pertambangan"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 16-10-2020

duniatambang.co.id - Dahulu kedudukan wanita dalam masyarakat tambang sering dianggap lebih rentan dan masih dianggap sangat berisiko pada setiap fase pertambangan, mulai dari eksplorasi sampai penutupan tambang. Secara umum perspektif ini didasarkan pada sudut pandang masyarakat terhadap peran wanita yang berbeda sehingga kegiatan pertambangan lebih banyak didominasi oleh pria. Namun seiring perkembangan zaman wanita dapat turut andil dan mempunyai peranan penting dalam kegiatan ini, bahkan kehadirannya dapat memberi inspirasi baru bagi masyarakat khususnya para wanita lainnya.

Dilansir dari 100 Global Inspirational Women in Mining pada tahun 2013 dan 2018, berikut kelima wanita Asia yang berhasil menjadi sosok inspiratif di dunia pertambangan.

1. Kehui Zhang (Cina)

Jabatan saat ini: Kepala Pejabat Keuangan (CFO) di China Shenhua Energy Company Limited.

Zhang mendapatkan gelar BA dalam bidang Sastra Cina dari Universitas Shanxi pada tahun 1985 kemudian mendapatkan gelar master di bidang teknik dari Universitas Pertambangan dan Teknologi Cina. Zhang menghabiskan banyak waktu luangnya dalam penelitian akademis dan telah menerbitkan lebih dari 20 makalah, termasuk Chinese Coal Sector Entering into a Period of Strategic, Internal Control Innovation in China from a Philosophical Perspective dan Interpretation of China Shenhua’s Low-cost Strategy. Makalah berjudul Pengembangan Konsorsium untuk Ladang Batubara di Cina Barat memenangkan Penghargaan Kontribusi Khusus untuk Ekonomi Pasar dalam Industri Batubara pada tahun 2001.

Dari 2004-2005, Zhang sepenuhnya terlibat dalam restrukturisasi Shenhua Group dan IPO (Initial Public Offering) China Shenhua di Hongkong pada tahun 2007. Setahun sebelumnya, Zhang memimpin proyek untuk menciptakan sistem pengendalian internal berbasis risiko di Shenhua, yang sangat diperhitungkan oleh Komisi Pengawasan dan Administrasi Kekayaan Negara (SASAC), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Zhang memenangkan penghargaan berupa China Outstanding CFO pada tahun 2007, China CFO of the Year pada tahun 2008, CIMA Leadership Award of the Financial Sector pada tahun 2011, Female Figure for the Chinese Economy pada tahun 2011, dan sejumlah gelar kehormatan lainnya.

2. Oyun Sanjaasuren (Mongolia)

Jabatan saat ini: Menteri Lingkungan Hidup, anggota Parlemen, dan Presiden Asosiasi Geologi Mongolia.

Oyun adalah salah satu anggota parlemen dan seorang politisi wanita terkemuka di Mongolia. Oyun memulai karirnya di perusahaan pertambangan multinasional Rio Tinto setelah mendapatkan gelar PhD dari Universitas Cambridge di bidang geologi pada tahun 1996, akan tetapi setelah adanya kejadian pembunuhan terhadap saudara laki-lakinya yang saat itu merupakan politisi Mongolia terkemuka, Oyun memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Oyun mendirikan Partai Civil Will dan sempat menjadi ketua dari sejumlah komite tetap utama yang berfokus pada undang-undang antikorupsi, pembiayaan pemilu, dan Milennium Development Goals (tujuan pembangunan millennium). Pada tahun 2006, Oyun terpilih sebagai Young Global Leader (YGL) oleh World Economic Forum (WEF) dan menjadi anggota aktif komunitas tersebut.

Oyun telah menunjukkan kepemimpinan baik di bidang politik maupun bisnis. Oyun memulai jabatan barunya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan berkomitmen untuk menerapkan peraturan baru untuk melindungi lingkungan pertambangan. Lingkungan pertambangan adalah salah satu masalah penting dalam kegiatan pertambangan di Mongolia akhir-akhir ini dan Oyun sangat menonjol sebagai pemimpin di bidang tersebut.

3. Robyn Dittrich (Singapura)

Jabatan saat ini: Kepala Pemasaran dan Pasokan di Broken Hill Proprietary (BHP) Limited

Jauh sebelum bergabung di BHP, Robyn sudah mengagumi industri pertambangan. Sebelumnya Robyn juga sudah pernah bekerja di perusahaan minyak dan gas serta di perusahaan jasa keuangan dengan beberapa penambang sebagai kliennya. Robyn terpesona dengan cara industri pertambangan dapat berperan sangat penting bagi pertumbuhan infrastruktur dan perkembangan ekonomi di Asia. “Ketika saya mengunjungi negara-negara seperti Cina hari ini dibandingkan dengan 15 tahun lalu, saya melihat produk sampingan pertambangan di mana-mana, dan merasakan kepuasan bahwa industri pertambangan telah membantu membentuk negara itu menjadi negara yang kuat seperti sekarang ini,” kata Robyn.

Setelah menjadi bagian dari industri ini, Robyn bekerja untuk membuat BHP menjadi lebih inklusif bagi para wanita. Dia telah mendukung tujuan BHP untuk mencapai angkatan kerja dengan jumlah pria dan wanita yang seimbang pada tahun 2025. BHP memberikan wanita peluang karir yang nyata dalam bidang pergudangan dan inventaris.

4. Shivani Sharma (India)

Jabatan saat ini: Insinyur Optimasi Tambang di First Quantum Minerals Limited.

Untuk sebagian besar karir singkat Shivani sejauh ini, dia telah mendapatkan beberapa penghargaan sebagai peraih medali emas di acara kelulusannya di Sekolah Pertambangan India; sebagai insinyur mineral terbaik dalam pekerjaan pertamanya di Zambia; dan sebagai salah satu penerima beasiswa penuh berdasarkan prestasi di Universitas Kentucky.

Adapun keahlian Shivani adalah pengendalian proses, pemrosesan partikel halus, simulasi diagram alur proses, optimalisasi operasi bor dan ledakan, serta program konservasi dan keselamatan energi. Shivani juga dapat menjelaskan bagaimana Alliance Coal dapat menghemat lebih dari $ 10 juta dalam tesis masternya dan dapat merancang sendiri suatu program berbasis Excel untuk pemilihan ukuran pompa dan pipa. Shivani senang menggunakan pengetahuan dan pemahamannya untuk menghemat jutaan dolar bagi industri.

5. Xiaoling Liu (Cina/Australia)

Jabatan saat ini: Direktur di Newcrest Mining Ltd, South32 Ltd, dan Iluka Resources Ltd

Sebagai seorang direktur non-eksekutif di tiga perusahaan sumberdaya sekaligus, Liu memanfaatkan pengetahuan industri ini selama puluhan tahun untuk berkontribusi pada tata kelola yang efektif dari perusahaan-perusahaan tersebut. Gagasan untuk bekerja di industri yang didominasi pria tidak sekalipun mengganggunya.

Liu bisa melakukan banyak hal, dari pekerjaan pertama sebagai ilmuwan peneliti senior melalui berbagai peran operasional dan teknis hingga menjadi manajer senior dan suite eksekutif. Pada tahun 2017, Liu diangkat sebagai Anggota Akademi Ilmu Teknologi dan Teknik Australia.

 

Penulis : Iqlima Nur Annisa

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !