Detail Berita


Jangan Dibuang! Ada Harta Karun dalam Ponsel Bekas



Tanggal terbit: 27-06-2019

duniatambang.co.id - Belasan tahun lalu, ponsel menjadi barang langka yang hanya dimiliki oleh segelintir orang saja. Namun kini, keberadaan ponsel seakan menjadi kebutuhan prima karena selalu berada di sisi para penggunanya. Dengan segala akses yang dapat dilakukan, ponsel selalu dinantikan dalam peluncuran brand dan tipe terbaru. Hingga, tidak sedikit limbah ponsel yang menggunung yang terkadang dibuang begitu saja atau hanya menumpuk di dalam lemari.

Tahukah Sobat bahwa ponsel menyimpan harta karun yang jarang diketahui banyak orang? Dalam kartu SIM (GSM) terkandung emas yang digunakan untuk menyalurkan arus elektronik. Jumlah emas di dalam kartu SIM memang terbilang sedikit, tetapi komponen yang wajib harus dimasukkan. Selain emas, di dalam ponsel juga terdapat perak, tembaga, timah, platinum, dan palladium.

Dikutip dari industri.kontan.co.id pada Jumat (26/08/18), dari 300 ponsel bekas dapat menghasilkan 10 gram emas. Kandungan emas yang terpadat pada PCB dapat dikeluarkan dengan cara dibakar atau dilarutkan menggunakan air raksa. Cara ini memang murah, tapi sangat berbahaya karena bisa mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia.

Sebuah iPhone, misalnya, diestimasikan terdapat kandungan  0,034 gram emas, 0,34 gram perak, 0,015 gram palladium, dan kurang dari seperseribu gram platinum, 25 gram alumunium dan 155 gram  tembaga. Perak dan emas pada ponsel digunakan pada tombol on/off  karena konduktivitas listriknya tinggi. Selain itu, pemanfaatan emas memiliki daya tahan yang kuat terhadap karat. Bila emas dicampur dengan sedikit nikel atau cobalt mampu menghasilkan konduktor yang memiliki ketahanan yang sangat kuat.

Tidak hanya mengandung emas dan perak, ponsel juga mengandung sejumlah elemen langka yaitu Logam Tanah Jarang (LTJ) seperti yttrium, lanthanum, TB, neodymium, gadolinium dan praseodymium. Informasi dari Tempo.co, Senin (30/05/19),  iPhone menggunakan logam tanah jarang pada speaker, kamera mesin haptic yang membuat ponselnya bergetar.

Dalam memasok kebutuhan material tambang di dalam ponsel, Republik Demokratis Kongo sebagai penghasil kobalt terbaik dan Pulau Bangka Belitung sebagai salah penghasil timah terbesar di dunia.

 

(MS)

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !