Detail Berita


Terbukti Sebagai Mineral Terkuat, Inilah Keberadaan Tambang Intan di Dunia


"Intan"
Sumber gambar: geologyn.com


Tanggal terbit: 13-10-2020

duniatambang.co.id - Intan atau yang biasa dikenal sebagai sebagai berlian merupakan salah satu jenis mineral yang terkenal akan kekuatannya yang mengagumkan karena mempunyai resistensi goresan yang paling besar dibanding mineral lainnya. Berdasarkan skala kekerasan mineral Mohs, intan berada pada skala 10 dari 10 atas kemampuan tersebut. Selain itu, intan hanya dapat dihancurkan dengan menggunakan tanur listrik pada suhu lebih dari 2000 derajat Celsius. Hal tersebut menjadikan intan sebagai salah satu bahan baku yang dapat dimanfaatkan dalam bidang industri seperti untuk membuat pisau bedah, mata bor, gergaji, sirkuit elektronik, serta komponen pesawat terbang dan roket.

Selain unik karena kekuatannya, sebagian besar intan juga tidak memiliki warna tertentu dan cenderung bening namun dapat membiaskan cahaya sehingga hal ini membuat intan banyak digemari karena dapat dimanfaatkan sebagai perhiasan yang cantik dan sebagai koleksi untuk meningkatkan prestise.

Intan banyak diperoleh melalui proses penambangan baik dengan metode tambang terbuka ataupun tambang bawah tanah, akan tetapi tidak banyak orang tahu akan lokasi tambang intan tersebut. Dilansir dari vncojewellery.com, berikut keberadaan tambang intan yang masih aktif di dunia.

1. Jubilee

Tambang Jubilee terletak di Yakutia, Rusia. Tambang Jubilee diprediksi memiliki cadangan intan di bawah tanah sebanyak 153.000.000 (seratus lima puluh tiga juta) karat yang telah beroperasi sejak tahun 1986. Sampai pada tahun 2013, tambang ini sudah digali hingga kedalaman 320 meter dan diperkirakan akan digali hingga berada pada kedalaman 720 meter. Maka dari itu, besar kemungkinan tambang ini masih aktif digali untuk memperoleh intan.

2. Udachny

Sama seperti Jubilee, Tambang Udachny juga terletak di Yakutia, Rusia. Cadangan intan di Udachny diprediksi mencapai 152.000.000 (seratus lima puluh dua juta) karat yang telah dibuka sejak tahun 1955. Adapun untuk penambangan intan dengan metode tambang terbuka sudah berhenti beroperasi pada tahun 2014, namun metode penambangan bawah tanah diperkirakan masih akan beroperasi sampai 30 tahun ke depan (sekitar tahun 2040-an).

3. Argyle

Tambang Argyle terletak di wilayah Kimberley, Australia Barat yang diperkirakan memiliki cadangan intan sebanyak 140.000.000 (seratus empat puluh juta) karat. Tambang ini mulai berproduksi pada tahun 1983 dan masih aktif hingga sekarang.

4. Catoca

Tambang Catoca terletak di Angola, Afrika yang pertama kali beroperasi pada tahun 1993 dan akan beroperasi hingga 30 tahun yang akan datang. Tambang ini diprediksi memiliki cadangan intan sebanyak 130.000.000 (seratus tiga puluh juta) karat.

5. Venetia

Tambang Venetia terletak di Limpopo, Afrika Selatan yang mulai beroperasi pada tahun 1992. Tambang ini diperkirakan akan terus beroperasi sampai tahun 2021 dengan metode open pit yang kemudian akan dilanjutkan dengan metode bawah tanah sampai lebih dari dua puluh tahun setelah itu. Cadangan intan yang dimiliki tambang ini diperkirakan mencapai 102.000.000 (seratus dua juta) karat.

6. Grib

Sama seperti Tambang Jubilee dan Udachny, Tambang Grib berlokasi di Yakutia, Rusia dengan perkiraan total cadangan mencapai 98.000.000 (sembilan puluh delapan juta) karat. Tambang ini belum memulai produksi secara komersial meskipun sudah beroperasi sejak tahun 2014. Rencananya tambang ini akan beroperasi selama 16 tahun ke depan yang kemudian akan dilanjutkan dengan metode tambang bawah tanah.

7. Martapura

Tambang ini berlokasi di Martapura, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Di lokasi ini, pernah ditemukan intan yang masuk ke dalam peringkat sepuluh besar intan terbesar di dunia yang ditemukan sekitar tahun 1960-an oleh Ir. Soerkarno. Intan yang sangat terkenal ini dinamakan Intan Tri Sakti karena ukurannya mencapai 166.75 karat dan mempunyai warna yang unik (merupakan campuran dari warna putih susu, kuning, dan keemasan).

Sebagian besar metode penambangan intan Martapura dilakukan secara mendulang karena secara keseluruhan intan yang ditemukan pada daerah Martapura bertipe placer (endapan) yang terbawa bersama-sama sedimen sungai. Dilansir dari tambang.id, tidak ada catatan resmi yang mengungkapkan kapan pendulangan intan dimulai, namun beberapa menyebutkan bahwa aktivitas pendulangan sudah dimulai sejak zaman Kolonial Belanda yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi hingga saat ini. Versi lain ada yang menyebutkan bahwa intan telah ditambang sejak awal abad ke-9.

 

Penulis : Iqlima Nur Annisa

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !