Detail Berita


Strategi Diversifikasi Sebabkan Saham Bukit Asam Menarik


"Ilustrasi Pergerakan Saham"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 12-10-2020

duniatambang.co.id - Sepanjang enam bulan pertama tahun 2020 ini, kinerja yang ditorehkan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalami tekanan. Laba bersih yang dicatatkan diketahui sebesar Rp1,28 triliun. Jika melihat perbandingan secara year on year dengan periode yang sama di tahun 2019 lalu, terjadi penurunan sebesar 35,8 persen yang kala itu diketahui sebesar Rp2,0 triliun.

Catatan kinerja untuk semester pertama tahun 2020 tersebut, dianggap masih sesuai dengan ekspektasi para pengamat, yakni sebesar 53 persen dari ekspektasi dan 47 persen dari konsensus.

Profitabilitas Bukit Asam yang mengalami penurunan sepanjang semester pertama itu mencerminkan penurunan volume penjualan komoditas batubara. Diketahui, jumlahnya menurun secara kuartalan sebesar 14,7 persen. Penyebabnya adalah tidak lain karena adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga membuat permintaan listrik juga mengalami penurunan.

Dengan demikian jumlah volume penjualan batubara domestik Bukit Asam secara kuartalan, turun sebanyak 31,8 persen.

Di kuartal kedua, terjadi pelemahan harga jual rata-rata batubara yang dicatatkan perusahaan. Biaya operasional di sisi lain juga terpantau lebih tinggi, yang naik sebanyak 62,3 persen secara kuartalan.

Oleh karena itu pihak Bukit Asam berharap pada semester kedua nanti, bisa terjadi pemulihan harga jual batubara. Adapun harapan tersebut berdasarkan pada adanya tanda-tanda kembali naiknya permintaan batubara dari PLN, seiring kebijakan PSBB yang semakin dilonggarkan oleh pemerintah.

Sementara untuk pasar ekspor luar negeri yang menjadi target dari perusahaan juga diharapkan bisa kembali meningkat untuk semester kedua nanti. Seperti yang diketahui Bukit Asam diberitakan sebelumnya telah mengincar sejumlah negara sebagai pasar baru seperti, Brunei, Pakistan, Bangladesh dan juga Kamboja.

Dengan kondisi dan target seperti itu, sejumlah pengamat sepakat bahwa saham milik Bukit Asam masih menarik untuk dilirik.

Lebih lanjut, daya tarik yang bisa dilihat dari Bukit Asam adalah karena kebijakan dan strategi perusahaan itu untuk melakukan diversifikasi bisnis ke gasifikasi batubara dan juga segmen pembangkit listrik. Sehingga Bukit Asam tentunya akan semakin meningkatkan produksi guna menjaga pasokan di kedua proyek baru itu tetap terjaga.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !