Detail Berita


Begini Catatan Kinerja Perusahaan Tambang Milik Grup Bakrie di Semester I 2020


"Ilustrasi Serah Terima Uang"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 12-10-2020

duniatambang.co.id - Bakrie Group merupakan raksasa bisnis di Indonesia yang bergerak dalam berbagai industri mulai dari pertambangan hingga ritel. Sebagai grup usaha raksasa yang kerap menjadi sorotan serta barometer industri tanah air, bagaimana kinerja sejumlah perusahaan yang dimiliki selama tahun 2020 ini, khususnya di tengah pandemi?

Bumi Resources Minerals

Industri pertambangan khususnya yang bergerak di komoditas emas, menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar dari Grup Bakrie selama perusahaan itu berdiri. Dengan mengandalkan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS), pengelolaan tambang emas yang dimiliki perusahaan nyatanya juga terdampak oleh pandemi.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang diumumkan untuk semester pertama tahun 2020 ini, pendapatan Bumi Resources Minerals mengalami penurunan. Jumlahnya diketahui menurun sebanyak 13,85 persen dari USD2,96 juta pada periode yang sama tahun lalu, menjadi USD2,55 juta untuk periode tahun ini.

Yang menarik adalah laba bersih yang didapatkan Bumi Resources Minerals justru mengalami peningkatan. Jumlah kenaikannya tipis sebesar 0,50 persen yakni dari USD950,59 ribu di tahun lalu menjadi USD955,39 ribu untuk semester pertama tahun ini.

Sebanyak 16 persen pendapatan perusahaan yang sekitar USD408,32 ribu itu dicatatkan dari komoditas emas yang dihasilkan oleh anak usahanya yakni, PT Citra Palu Minerals.

Meski secara year to year mengalami penurunan, namun selama masa pandemi tahun ini, kinerja Bumi Resources Minerals mengalami sejumlah perbaikan yang cukup signifikan. Hal ini juga didukung dari penjualan produk emas.

Bumi Resources

Kemudian ada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang bergerak di industri tambang batubara. Mungkin di antara yang lainnya, adalah Bumi Resources yang paling banyak mengalami tekanan selama periode semester pertama tahun 2020 ini.

Kerugian yang dialami Bumi Resources yang tercantum pada laporan keuangan periode semester pertama tahun 2020 ini diketahui mencapai angka USD86,1 juta. Padahal pada tahun lalu di periode yang sama, perusahaan mampu mencatatkan laba bersih sebesar USD80,7 juta.

Faktor utamanya adalah karena pendapatan Bumi Resources sepanjang enam bulan pertama tahun 2020 ini, terus mengalami tekanan. Jumlah pendapatan yang berhasil didapat perusahaan hanya sebesar USD1.971,9 juta Dan di sisi lain beban pokok pendapatan perusahaan juga turut merosot menjadi USD1.733,8 juta, dari yang sebelumnya USD1.867,1 di tahun lalu.

Jebloknya pendapatan itu tak lain karena disebabkan oleh realisasi harga batubara global yang terus mengalami tekanan kuat akibat dari adanya wabah pandemi.

Darma Henwa

Sementara itu untuk PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang bergerak di jasa kontraktor pertambangan, hingga saat ini belum merilis laporan keuangan untuk semester pertama tahun 2020 ini. Namun berdasarkan catatan yang ada untuk kuartal pertama tahun ini, perusahaan berhasil meningkatkan pendapatan.

Darma Henwa mencatatkan kenaikan pendapatan sebanyak 24 persen, yakni menjadi sebesar USD81,98 juta kuartal pertama tahun ini, dari periode sebelumnya yang hanya sebesar USD66,11 juta.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !