Detail Berita


Harga Batubara Kuartal III Mulai Pulih, Sementara Minyak Diprediksi Rontok


"Penambangan batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 07-10-2020

duniatambang.co.id - Selama tiga bulan terakhir, diketahui harga batubara dan juga minyak sawit mentah mengalami peningkatan yang cukup tajam. Sementara hingga kuartal ketiga berakhir, hal yang berbeda dialami komoditas minyak yang harganya justru mengalami kemerosotan.

Sebenarnya, jika melihat tren harga batubara yang ada mulai awal tahun hingga periode berjalan, angkanya mengalami tekanan yang tak kunjung usai, meski kebijakan sejumlah negara untuk melonggarkan aturan lockdown sudah dicabut. Tertekannya harga batubara tersebut diakibatkan oleh permintaan yang masih lemah, khususnya dari sektor industri.

Sementara di sisi lain, pangsa pasar batubara secara global juga kian tergerus dengan adanya kebijakan peralihan energi yang lebih ramah lingkungan yang dilakukan oleh negara-negara besar yang selama ini menjadi pasar ekspor batubara.

Baru tanda-tanda pemulihan harga batubara dari tekanan selama beberapa bulan sebelumnya, baru terlihat pada awal bulan September ini. Harga batubara secara global diketahui perlahan namun pasti terus mengalami kenaikan.

Adapun alasan mulai membaiknya harga batubara itu tidak lain karena kebijakan negara Cina, yang melonggarkan kuota impor batubara untuk masuk ke negaranya. Lebih lanjut, penyebab CIna mulai melonggarkan kuota impor juga diakibatkan serapan batubara domestik yang sangat ketat yang kemudian dibarengi dengan naiknya permintaan.

Hasil dari ketatnya serapan batubara Cina, pada akhirnya membuat harga emas hitam itu mengalami lonjakan cukup tinggi. Hal ini terlihat pada pekan terakhir bulan September kemarin, di mana harga batubara termal dengan kalori 5.500Kcal/Kg Qinhuangdao dipatok di angka USD87,91/ton.

Jika melihat pada area green zone, nilai sebesar itu sudah berada di atas target harga informal yang dipatok oleh pemerintah Cina. Perusahaan batubara pun bisa menjaga margin atau laba dengan kisaran rentang harga sebesar itu.

Pengamat menilai, dalam beberapa waktu ke depan, peningkatan harga batubara itu bisa terjaga. Sebab kondisi demikian ini pada akhirnya akan turut mendorong minat impor batubara juga meningkat. Apalagi turut muncul isu bahwa Cina bakal semakin melonggarkan kebijakan kuota impor, sehingga harga batubara yang sudah cukup lama mengalami tekanan bisa bangkit kembali.

Sementara harga CPO justru diperkirakan akan mengalami kemerosotan. Kenaikan selama beberapa bulan terakhir, akan memicu aksi ambil untung yang para trader. Ditambah lagi, munculnya isu terkait kondisi perpolitikan negara Malaysia akan menambahkan tekanan lagi pada harga minyak nabati tersebut.  

 

Penulis : Edo Fernando

Editor  : Faris Primayuhda

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !