Detail Berita


Sektor Tambang Dorong Ekonomi NTB Saat Pandemi


"Pulau NTB"
Sumber gambar: genpilomboksumabawa.com


Tanggal terbit: 06-10-2020

duniatambang.co.id - Tanda-tanda resesi di Indonesia sudah semakin nyata kehadirannya. Pada kuartal ketiga tahun ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa negara ini dipastikan akan mengalami resesi ekonomi. Dari hitung-hitungan yang dilakukan oleh pemerintah, pertumbuhan perekonomian dalam negeri diperkirakan akan mengalami kontraksi pada kisaran 0,1 hingga 0,2 persen.

Dalam kondisi yang serba tertekan ini, pemerintah pun mengakui bahwa sektor pertambangan menjadi salah satu yang bisa beraktivitas secara maksimal. Salah satu yang dijadikan contoh oleh pemerintah adalah seperti yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Realisasi investasi  dan juga kinerja sektor pertambangan menjadi yang paling signifikan yang membantu perekonomian wilayah tersebut.

Diketahui, total nilai investasi yang masuk ke NTB pada triwulan pertama sebanyak 50 persennya berasal dari pertambangan.

Sektor pertambangan selama ini memang menjadi pondasi utama ekonomi NTB. Dalam laporan untuk triwulan kedua tahun ini, terjadi peningkatan pertumbuhan pada sektor pertambangan sebesar 47,78 yang mampu menahan laju kemerosotan ekonomi di NTB. Seperti yang diberitakan, pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan kedua tersebut, mengalami kontraksi sebanyak 1,4 persen. Jika tidak didukung oleh sektor pertambangan, maka kontraksinya bisa mencapai angka 7,97 persen.

Kontributor tertinggi dalam sektor pertambangan di NTB, dicatatkan oleh Tambang Batu Hijau yang dimiliki oleh Amman Mineral. Berbeda dengan kebanyakan, pada saat wabah pandemi menyerang, produktivitas tambang tersebut justru mengalami peningkatan. Bahkan untuk periode tersebut, produktivitas komoditas listrik perusahaan menjadi yang tertinggi sejak tahun 1999.

Pihaknya menjelaskan jika kunci utama dari peningkatan produktivitas itu tak lain karena adanya penerapan protokol kesehatan yang ketat serta disiplin yang tinggi. Sehingga seluruh elemen perusahaan bisa bekerja bersama dalam kondisi sulit sekalipun.

Terkait dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, Amman Mineral diketahui juga telah melakukan kerjasama dengan sejumlah hotel yang ada di Mataram, yang kemudian dijadikan sebagai tempat isolasi terpusat.

Dengan adanya kerjasama itu, selain mencegah penyebaran wabah pandemi, juga mendorong tetap bergeraknya roda ekonomi khususnya di sektor pariwisata. Sementara dalam skala yang jauh lebih besar lagi, Amman Mineral selama ini juga tercatat sebagai penyumbang Pendapatan Negara Bukan Pajak terbesar kedua di Indonesia untuk tahun 2019.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !