Detail Berita


Realisasi Produksi Batubara BUMI Agustus Naik, Namun Volume Penjualan Menurun


"Penambangan batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 06-10-2020

duniatambang.co.id - Laporan per Agustus 2020 produksi batubara PT Bumi Resources realisasinya telah mencapai angka 6,9 juta ton. Angka realisasi produksi ini dijelaskan perusahaan telah mengalami peningkatan sebanyak 1 juta ton bila dibandingkan dengan realisasi produksi pada bulan Juli lalu yang jumlahnya hanya sebesar 5,9 juta ton.

Lebih lanjut pihak PT Bumi Resources menjelaskan secara terperinci realisasi produksi tersebut. PT Kaltim Prima Coal (KPC) jumlah realisasi produksinya meningkat menjadi 5,3 juta ton, di mana pada periode sebelumnya hanya sebesar 4,9 juta ton.

Sementara untuk PT Arutmin jumlah realisasinya juga mengalami peningkatan menjadi 1,6 juta ton dibandingkan pada bulan Juli yang berada di angka 1,0 juta ton.

Pihak perusahaan menyampaikan, adapun penyebab dari meningkatnya realisasi ini tidak lepas dari pengaruh kondisi cuaca. Pada periode bulan Agustus, curah hujan di lokasi kedua tambang tersebut lebih sedikit ketimbang curah hujan yang terjadi pada bulan sebelumnya.

Meski terjadi peningkatan realisasi produksi, di sisi lain PT Bumi Resources justru mencatatkan penurunan pada volume penjualan untuk periode Agustus 2020. Penurunan volume penjualan ini dijelaskan faktor penyebabnya adalah karena jadwal pengiriman yang mengalami gangguan. Diketahui jumlahnya menurun 200 ribu ton menjadi 6,2 juta ton dari sebelumnya yang mampu mencatatkan angka sebesar 6,4 juta ton.

Dijabarkan, KPC pada bulan Agustus menjual sebanyak 5,0 juta ton batubara, sementara pada bulan Juli penjualannya mencapai 5,2 juta ton. Sedangkan untuk PT Arutmin tidak mengalami penurunan volume penjualan, dan jumlah tetap di angka 1,2 juta ton.

Dari segi biaya keseluruhan yang dikeluarkan perusahaan diketahui juga lebih rendah dibandingkan pada periode bulan sebelumnya, yang berada di angka USD32,3 per ton. Penurunan tersebut faktor utamanya dipengaruhi oleh adanya peningkatan kegiatan penambangan.

Pihak perusahaan pun berharap biaya tersebut akan terus turun pada periode-periode selanjutnya. Dengan catatan harga minyak dunia juga tidak mengalami kenaikan. Pasalnya, pada musim kemarau yang akan datang, kegiatan penambangan bisa digenjot lebih maksimal untuk kuartal ketiga dan keempat.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor  : Faris Primayudhaa

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !