Detail Berita


Harga Meroket, Cadangan Emas Dunia Mulai Menipis


"Emas batangan"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 05-10-2020

duniatambang.co.id - Harga emas melesat cukup pesat ke rekor tertinggi hingga harga per ons-nya mencapai angka Rp30 jutaan. Selain memang karena permintaan di pasar yang cukup tinggi, namun kenaikan harga emas yang cukup drastis itu juga tidak lepas dari permainan para pedagang.

Di balik meroketnya harga emas selama beberapa bulan terakhir, memunculkan sejumlah pertanyaan, utamanya terkait sisa cadangan emas yang tersisa hingga saat ini dan juga kapan perkiraan akan habis.

Fleksibilitas kegunaan emas yang tak hanya sebagai perhiasan namun juga aset investasi paling aman, menjadikan kebutuhan emas seakan tidak ada habisnya. Malah cenderung terus meningkat, terlebih di kala kondisi ekonomi tidak mendukung. Namun pada waktunya nanti, cadangan emas memang akan benar-benar habis dan tidak ada lagi untuk bisa ditambang.

Para peneliti dan pengamat sepakat jika saat ini produksi emas tengah mencapai puncaknya sepanjang sejarah komoditas itu ada. Hal ini dapat diukur dari jumlah produksi, dan tren produksi emas dunia yang mulai mengalami penurunan.

Hal ini bisa dilihat pada laporan tahun 2019, yang mencatat produksi emas dunia mengalami penurunan sebesar 1 persen dibandingkan produksi tahun 2018. Penurunan tersebut adalah yang pertama sejak tahun 2008.

Lalu berapa jumlah cadangan emas yang tersisa saat ini?

Peneliti dan pengamat mengatakan, salah satu cara untuk mengetahui besaran sisa cadangan emas dunia adalah dengan melihat daerah dengan sumber emas terbesar dunia.

Diketahui 30 persen emas dunia disumbang oleh tambang di Witwatersrand Basin yang ada di Afrika Selatan.  Beberapa tambang emas besar lainnya diketahui tersebar di beberapa wilayah seperti tambang bawah tanah Mponeng di Afrika Selatan, tambang Boddington dan Super Pit di Australia, serta tambang di Nevada, Amerika Serikat.

Indonesia juga termasuk sebagai produsen emas terbesar dunia dengan tambang Grasberg yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia dan akan dialihkan ke PT Aneka Tambang. Indonesia sendiri tercatat menduduki peringkat ketujuh sebagai penghasil emas terbesar dunia.

Memang sejumlah tambang emas baru bermunculan namun jumlah cadangannya tidak seberapa, sehingga tambang yang benar-benar menyimpang cadangan emas dengan jumlah besar masih sangat langka. Akibatnya, kebutuhan emas dunia masih tergantung pada tambang-tambang yang sudah berusia tua.

Namun para peneliti menyampaikan, meski cadangan emas dunia telah habis dan tidak ada lagi emas untuk ditambang, emas masih bisa didaur ulang dan tidak akan hilang. Emas bisa ditemukan dalam produk yang beredar di masyarakat, seperti komponen pada ponsel. Kini langkah untuk melakukan daur ulang pada komponen elektronik gencar dilakukan.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !