Detail Berita


Freeport Cetak Laba Saat Anak Holding Tambang Lainnya Alami Penurunan Kinerja


"Ilustrasi uang kertas"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 01-10-2020

duniatambang.co.id - Catatan semester pertama tahun 2020 dari kinerja mayoritas perusahaan anggota holding tambang BUMN mengalami penurunan. Namun hal berbeda justru dialami oleh PT Freeport Indonesia, yang berhasil mencatatkan laba bersih sebanyak USD94 miliar.

Meroketnya harga komoditas emas, menjadi faktor utama catatan laba bersih Freeport tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI.

Lebih lanjut Orias menjelaskan, di saat komoditas lain mengalami tekanan, emas dan tembaga yang diproduksi oleh Freeport justru mengalami peningkatan.

Pada bulan Maret 2020, harga tembaga tercatat berada pada angka USD1,92 per pound. Kemudian pada bulan Juni 2020, harganya meningkat menjadi USD3,04 per pound. Sementara untuk emas, pada bulan Maret 2020 berada pada harga USD1.593 per ounce dan meningkat menjadi USD1.906 per ounce pada bulan April 2020.

Menurut Orias, harga emas mengalami kenaikan yang cukup pesat pada periode Mei sampai dengan Juni 2020. Pasalnya masyarakat berbondong-bondong membeli emas sebagai aset investasi, di saat kondisi global berada pada ketidakpastian. Tren ini pun berlanjut hingga sekarang, terlebih saat sejumlah negara mengumumkan telah memasuki jurang resesi.

Catatan laba bersih Freeport, tentu juga tidak lepas dari kinerja perusahaan yang juga terus digenjot, guna memenuhi kebutuhan yang semakin tinggi itu. Pada kuartal kedua 2020, produksi serta penjualan tembaga yang ditorehkan perusahaan, mengalami peningkatan masing-masing 29 persen dan 35 persen. Lalu untuk produksi dan penjualan komoditas emas, mengalami peningkatan masing-masing 25 persen dan 29 persen.

Jika dibandingkan dengan perusahaan MIND ID yang bergerak pada komoditas yang sama, yakni PT Aneka Tambang, kinerja Freeport diketahui masih lebih baik. Meskipun pada semester pertama PT Aneka Tambang mencatatkan laba bersih sebanyak Rp85 miliar, namun jumlah itu mengalami kemerosotan jika dibandingkan capaian sebelumnya yang berada di angka Rp428 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun penyebab merosotnya laba bersih PT Aneka Tambang diakibatkan oleh turunnya harga komoditas di saat pandemi menyerang. Orias menambahkan bahwa pada awal tahun kinerja PT Aneka Tambang mengalami tekanan, dan semakin signifikan terjadi pada periode Maret hingga April.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor  : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !