Detail Berita


Bagaimana Kelanjutan Hilirisasi Tambang?


"Pembakaran dalam furnace"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 28-09-2020

duniatambang.co.id - Pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter guna meningkatkan nilai tambah hasil tambang tengah digenjot oleh pemerintah, sebagai bagian dari rencana hilirisasi tambang. Namun rupanya langkah dan strategi untuk bisa menyerap hasil dari produk smelter itu menuai berbagai tanggapan.

Indonesia Mining Association (IMA) menilai selama ini produk hasil dari smelter atau pengolahan dan pemurnian itu langsung dijual atau diekspor ke luar negeri. Industri tersebut malah terkesan menjual barang setengah jadi, dan potensi mendapatkan nilai tambah itupun dianggap tidak maksimal. Pada ujungnya, Indonesia tetap melakukan impor barang jadi dari luar negeri, yang tentu harganya lebih mahal dibandingkan harga saat melakukan ekspor barang setengah jadi tadi.

Namun pihaknya mengatakan akan terus mendukung upaya hilirisasi tambang tersebut. IMA pun melihat masalah tersebut sebagai sebuah dilema, karena proyek hilirisasi tersebut saat ini memang masih terkendala oleh masalah biaya dan pendanaan, sehingga berjalan lambat dan banyak mengalami halangan.

IMA pun berharap ke depan proyek hilirisasi hasil tambang ini bisa terintegrasi tidak hanya dengan industri smelter, tetapi juga bisa membentuk sebuah sinergi antara tambang dengan perindustrian. Atau lebih tepatnya antara Kementerian ESDM dengan Kementerian Perindustrian. Sehingga produk-produk dari industri smelter bisa terserap dengan baik, dan proyek hilirisasi tambang itu bisa memberikan hasil maksimal.

Salah satu yang dijadikan contoh oleh IMA adalah proyek hilirisasi tembaga yang ada di Gresik. Diketahui, jumlah produksinya bisa mencapai angka 300 ribu ton. Namun yang terserap hanya sekitar 100 ribu ton, sementara sisanya sebesar 200 ribu ton justru hasilnya dinikmati oleh industri di luar negeri. Seperti industri handphone, kabel, mobil dan lainnya dan hal tersebut adalah yang harus bisa dikejar oleh pemerintah.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !