Detail Berita


Pandemi Picu Lonjakan Pembelian Emas, Cadangan Dunia Diperkirakan Makin Menipis


"Emas dalam bentuk bongkahan"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 28-09-2020

duniatambang.co.id - Wabah pandemi yang memicu terjadinya lonjakan pembelian komoditas emas secara global membuat sejumlah analis memprediksi bahwa tambang emas akan mengalami kesulitan produksi.

Jika melihat pada laporan produksi emas pada tahun 2019, diketahui jumlah produksi emas mencapai angka 3.531 ton. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 1% jika dibandingkan pada nilai produksi di tahun 2018, dan penurunan produksi tersebut diketahui menjadi yang pertama sejak tahun 2008 silam.

Dari nilai statistik secara keseluruhan, setidaknya ada sekitar 190 ribu ton total emas yang sudah ditambang. Jika mengacu pada jumlah tersebut, setidaknya ada sekitar 20% lagi sisa cadangan emas yang bisa ditambang.

Ke depan, diperkirakan jumlah tambahan pasokan emas dunia akan mengalami penurunan atau perlambatan, sebab cadangan yang akan segera habis sementara penemuan cadangan baru justru semakin langka. Terlebih fakta di lapangan diketahui mayoritas produksi emas saat ini berasal dari tambang-tambang emas yang sudah tua. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Dewan Emas Dunia, Hannah Brandstaetter.

Produksi tambang emas dunia dari periode ke periode selama ini tercatat seperti sebuah garis datar. Kemungkinan akan mengalami penurunan, namun hal tersebut kemungkinan besar tidak akan terjadi secara dramatis.

60% kegiatan penambangan dunia saat ini adalah berupa kegiatan penambangan secara terbuka, sementaranya 40 persen sisanya merupakan tambang underground atau bawah tanah.

Kegiatan penambangan juga semakin sulit dilakukan, hal ini berarti banyak tambang dengan skala besar dan berbiaya rendah serta berusia lebih tua hampir habis. Seperti yang terjadi di Afrika Selatan. Di sisi lain, tambang-tambang emas di Cina merupakan tambang-tambang kecil karena membutuhkan biaya yang sangat tinggi untuk operasionalnya.

Sebagai informasi, Cina saat ini menjadi negara penambang emas terbesar di dunia, dan produsen utamanya adalah Rusia, Peru dan Kanada. Sejumlah ahli pun mengungkapkan catatan mereka bahwa hanya tersisa sedikit wilayah yang belum dieksplorasi untuk dijadikan wilayah tambang. Kemungkinan wilayah bagian barat adalah yang paling menjanjikan.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !