Detail Berita


Sala Silvermine Hotel, Tambang Perak yang Jadi Wisata Menginap Eksklusif


"Hotel Tambang Perak Sala"
Sumber gambar: infurmag.com


Tanggal terbit: 25-09-2020

duniatambang.co.id - Pengelola tambang garam Khewra, Pakistan, membuat patung dan ukiran landmark dunia dari bebatuan garam di dalam tambang, sehingga tambang garam tersebut memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata. Kunjungan turis setiap tahunnya ke Khewra menjadi sumber pendapat ekstra bagi tambang tersebut. Di sisi lain, tambang perak Sala ternyata mampu berbuat lebih jauh daripada sekedar menjadi destinasi wisata.

Bayangkan menginap di dalam hotel yang terletak 155 meter di bawah permukaan tanah. Berbagai perabotan hotel itu terbuat dari perak, mulai dari tatakan lilin, meja, kursi hingga peralatan makannya. Ya, hotel ini memang tambang garam yang disulap menjadi tempat menginap yang glamor.

Berbeda dengan kebanyakan hotel, di Hotel Silvermine Sala, para pegawai hotel berada di permukaan tanah, sehingga bagian bawah tanah hampir sepenuhnya diisi oleh pengunjung yang menginap di hotel. Ada banyak jenis hiburan yang ditawarkan hotel ini, mulai dari fasilitas hotel pada umumnya seperti restoran dan toko suvenir hingga museum tambang perak, tur historis tambang perak Sala, bahkan hiburan outdoor seperti luncuran zip wire dan tempat bermain golf di permukaan tanah.

Museum Silvermine Sala menampung berbagai koleksi spesimen barang tambang dan alat-alat yang dulu dipergunakan untuk menambangnya. Salah satunya adalah ember tambang yang pernah digunakan oleh Raja Carl XI saat dia berkunjung ke tambang perak Sala pada tahun 1687.

Daya tarik utama dari tambang ini terdapat pada pengalaman cave-diving-nya yang eksklusif. Terowongan penghubung bagian hotel di permukaan tanah dengan kamar-kamar hotel di bawahnya konon dibangun para penambang perak Sala dalam waktu 10 tahun lamanya menggunakan teknik penambangan fire-setting, yang relatif memakan waktu lama. Penggalian tambang selama 10 tahun tersebut menyisakan banyak gua dan telaga indah yang selama ini tidak tersentuh oleh cahaya matahari. Hotel Silvermine Sala adalah fasilitas hotel yang cocok bagi para penggemar petualangan, terutama aktivitas caving.

Tambang Sala dulunya merupakan penghasil perak terbaik dan terbesar yang ada di Swedia selama berabad-abad. Penambangan perak di Sala bermula di abad ke-16 dan baru berhenti saat memasuki abad ke-21 saat kandungan bijih perak di tambang tersebut mulai habis. Pada mulanya, kedalaman tambang ini hanya 300 meter danpanajng terowongannya mencapai 20 kilometer. Ketika aktivitas tambang perak berhenti pada tahun 1908, sisa-sisa terowongan dan ruangan di dalam tambang pun disulap menjadi kamar hotel yang saat ini dikenal dengan nama Sala Silvermine Hotel.

Suhu di dalam tambang cukup stabil di 2 derajar Celsius, namun kamar-kamar hotelnya memiliki suhu yang lebih hangat, yaitu 18 derajat Celsius. Karena letaknya yang berada di bawah tanah, pengunjung tidak dapat menggunakan ponsel selama berada di hotel. Sebagai gantinya, mereka berkomunikasi dengan para pegawai hotel di permukaan tanah menggunakan intercom yang disediakan.

Kunjungan ke bekas area pertambangan di permukaan tanah tidak dipungut biaya sepeser pun, namun untuk tur 1 jam di dalam terowongan Sala, setiap pengunjung akan dikenai biaya masuk 195 krona (sekitar Rp. 320 ribu). Tur 2 jam di dalam tambang dikenakan biaya 295 krona (sekitar Rp. 490 ribu) per orang, dan tur 4 jam berkeliling tambang besar dikenakan biaya 645 krona (sekitar Rp. 1,1 juta) per orang. Khusus tur di tambang besar, pengunjung akan diberikan akomodas ekstra berupa makanan ringan dan minuman. Terdapat pula potongan harga untuk pengunjung anak-anak, manula dan pelajar.

Sayangnya, Sala Silvermine Hotel beserta segala fasilitasnya ditutup sepanjang tahun 2020 untuk renovasi besar-besaran dan baru akan menerima tamu lagi pada 2021 mendatang. 

 

Penulis : Ahmad Redho Nugraha

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !