Detail Berita


Kantongi IPO 93 Miliar, Transkon Jaya Ekspansi Ke Pertambangan Emas


"Pergerakan saham"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 23-09-2020

duniatambang.co.id - Meski kondisi ekonomi global, khususnya sektor pertambangan mengalami tekanan akibat wabah pandemi, tidak menyurutkan ambisi PT Transkon Jaya untuk melakukan ekspansi bisnis ke sektor tersebut. Sebelumnya, PT Transkon Jaya sukses menggelar IPO dan mampu mendapatkan dana segera Rp93,75 miliar.

PT Transkon Jaya yang memiliki usaha dalam bidang penyewaan kendaraan Light Vehicle untuk sejumlah perusahaan tambang ini, diketahui sedang membidik beberapa kontrak baru usaha tambang.

Pihaknya mengkonfirmasi hal tersebut, dan yang difokuskan adalah usaha pertambangan non-batubara. Lebih lanjut, komoditas yang dibidik itu adalah emas yang ada di Sulawesi dan juga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Negosiasi kontrak yang sedang dilakukan oleh perusahaan, saat ini diakui prosesnya masih sekitar 50 persen. Setidaknya pada bulan Oktober mendatang, sudah ada peningkatan progres yang terjadi.

Diketahui, sebelum tahun 2015 portofolio PT Transkon Jaya seluruhnya adalah bergerak di bisnis persewaan kendaraan pertambangan. Namun kini perusahaan tengah gencar untuk melakukan diversifikasi portofolio bisnis. Pihaknya pun mencoba merambah ke bisnis diluar batubara

Karena melihat industri tambang nonbatubara kebanyakan berada di luar Pulau Kalimantan, pihaknya pun mulai berekspansi ke luar Kalimantan. Tercatat sejumlah wilayah yang sudah dijajaki oleh PT Transkon Jaya adalah tambang emas yang ada di Jawa Timur, Sumatra, dan NTB. Pihaknya juga berekspansi ke tambang nikel yang ada di Sulawesi, dan juga tembaga di Maluku Tenggara.

Tercatat, hingga saat ini sebanyak 85 persen portofolio perusahaan didominasi oleh sektor batubara. Sementara 15 persen diisi oleh bisnis persewaan kendaraan untuk sektor nonbatubara. Perusahaan memiliki rencana jangka panjang, agar persentase keduanya itu bisa seimbang.

Terakhir, PT Transkon Jaya berhasil mendapatkan kerjasama persewaan kendaraan untuk tambang untuk proyek tambang emas di Sulawesi Selatan serta Halmahera. Nilai kontrak itu diketahui mencapai angka Rp45 miliar. Total jumlah kendaraan yang dimiliki hingga akhir 2020, diperkirakan mencapai 2.220 unit.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !