Detail Berita


ABM Investama Pastikan Akuisisi Tambang Baru Berjalan Sesuai Rencana


"Aktivitas dumping batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 23-09-2020

duniatambang.co.id - PT ABM Investama Tbk (ABMM) masih terus melakukan tinjauan internal secara mendalam untuk mewujudkan rencana akuisisi wilayah tambang batubara sebagai bagian dari langkah ekspansi bisnis perusahaan.

Sebenarnya, perusahaan sudah memiliki target lokasi yang akan digunakan sebagai lahan pertambangan untuk diakuisisi tersebut. Namun pihaknya masih belum berencana menginformasikannya ke publik.

Sejauh ini terkait lokasi tambang yang diincar itu, secara garis besar PT ABM Investama hanya menjelaskan jika umurnya harus sesuai dengan kontrak seumur tambang. Dengan demikian, perusahaan nantinya tidak hanya fokus dalam produksi dan pengolahan batubara saja, tetapi juga bisa melakukan pemberdayaan dan pengembangan daerah di sekitar lokasi tambang itu.

Dengan demikian, pihaknya pun juga tidak dapat memastikan apakah rencana tersebut bisa dieksekusi pada tahun ini atau malah mulai dijalankan pada tahun depan.

Terlebih, saat ini kondisi industri batubara yang masih terus mengalami tekanan berat akibat adanya wabah pandemi Covid-19 yang tak berkesudahan. Pihak perusahaan pun akan memastikan mengambil langkah terbaik.

Sementara dalam hal keuangan, PT ABM Investama Tbk juga tetap menyediakan dana sebesar USD150 sampai dengan USD250 juta untuk kebutuhan investasi dalam proses akuisisi tambang tersebut. Untuk memenuhinya, perusahaan akan memaksimalkan dana internal dan juga dana eksternal, termasuk juga memanfaatkan pinjaman dari pihak perbankan guna memenuhi kebutuhan investasi itu nantinya.

Sebagai informasi, agenda ekspansi bisnis dengan langkah akuisisi tambang ini sudah dikemukakan perusahaan sejak tahun 2015 silam. Dan dalam kurun waktu tersebut, setidaknya sudah ada sekitar 180  Izin Usaha Pertambangan yang masuk dalam daftar bidikan akuisisi oleh PT ABM Investama. Lokasinya pun tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Di lain sisi, pihaknya juga mencoba mempertahankan kinerja perusahaan di tengah wabah pandemi ini. Mereka pun optimis kondisi itu akan kembali normal pada kuartal keempat tahun ini. Oleh karenanya, pihaknya berusaha menekan biaya pengeluaran guna menjaga kestabilan kondisi perusahaan.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !