Detail Berita


Boy Thohir Ungkap Rahasia Adaro Hadapi Tekanan Harga Batubara


"Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 22-09-2020

duniatambang.co.id - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai membuat komoditas batubara semakin tertekan, dan berdampak langsung pada perusahaan. Para pemilik bisnis pun berusaha keras memutar otak agar usahanya bisa tetap berjalan, setidaknya tidak sampai harus mengalami gulung tikar. Hal ini pun juga dialami oleh bos Adaro Energy, Garibaldi Thohir.

Thohir menjelaskan, fluktuasi harga batubara yang saat ini terjadi dan terus memberikan tekanan, merupakan sebuah hal yang tidak bisa dihindari dan perusahaan tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan pengendalian.

Oleh karena itu Garibaldi Thohir menjelaskan, jika langkah yang bisa diambil adalah dengan melakukan efisiensi kegiatan operasional serta melakukan penghematan seketat mungkin pada biaya pengeluaran, sehingga keberlangsungan usaha dapat terjaga.

Apa yang dialami oleh Adaro Energy, menurutnya sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan perusahaan tambang batubara lainnya. Pasalnya perusahaan yang dimiliki Thohir itu merupakan tergolong perusahaan tua, sehingga pihaknya mengalami cukup kesulitan dalam melakukan efisiensi atau pemangkasan biaya.

“Tambang yang kami miliki adalah tambang tua, sehingga sulit untuk cutting cost. Tapi kami punya strategi yang harus ada peningkatan setiap hari. Kami pun dituntut untuk bisa sedetail mungkin. Nilai 1 sampai 2 sen itu akan terasa sangat penting sekali. Kami disini dituntut untuk bisa survive dan kuncinya adalah pada cash flow,” ungkap Garibaldi Thohir.

Dalam kondisi yang serba sulit ini, perusahaan miliknya terpaksa harus melakukan pemangkasan target produksi untuk tahun ini. Dari yang semula sekitar 57 juta sampai dengan 58 juta ton, dipangkas hanya menjadi 55 sampai dengan 56 juta ton.

Tak hanya efisiensi, dirinya juga menekankan pada masalah keselamatan dan kesehatan para karyawan. Hal ini agar kegiatan produksi bisa terjaga dengan lancar tanpa ada kendala yang kemudian justru bisa berujung pada pengeluaran biaya yang tidak terduga.

Thohir cukup optimis, karena hingga saat ini apa yang dilakukan perusahaan masih berjalan lancar dan mampu menembus target produksi sebesar 55 - 56 juta ton batubara tersebut.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !