Detail Berita


Karya Bumi Baratama Manfaatkan Drone Untuk Kegiatan Eksplorasi Pertambangan


"Drone Mavic Pro"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 21-09-2020

duniatambang.co.id - PT Karya Bumi Baratama (KBB) bekerjasama dengan Terra Drone Indonesia melakukan pemetaan topografi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi drone. Kerjasama ini merupakan bagian dari kegiatan eksplorasi yang dilakukan perusahaan batubara skala besar yang berlokasi di daerah Sarolangun, Jambi Utara tersebut.

Terra Drone Indonesia memberikan pernyataan bahwa sebenarnya teknologi drone yang dimanfaatkan untuk kegiatan pertambangan telah lama digunakan. Kini pemanfaatan dan penerapan serta teknologi yang ada pun terus berkembang. Adanya drone memberikan sejumlah kemudahan dalam strategi yang dibutuhkan industri tambang seperti kegiatan inventarisasi potensi tambang, perencanaan site lokasi, identifikasi tambang liar, dan juga melakukan monitoring terhadap perubahan serta rehabilitasi area tambang.

Dalam pemetaan topografi bersama PT Karya Bumi Baratama itu, Terra Drone menggunakan jenis drone fixed wing buatan C-Astral Aerospace. Dalam melakukan sekali penerbangan menggunakan drone, pihaknya mampu memetakan seluruh area tambang. Hasilnya yakni sebuah peta dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi yang digunakan sebagai dasar perencanaan kegiatan pertambangan perusahaan.

Adapun survei pemetaan topografi ini dilakukan perusahaan tambang guna melakukan identifikasi pada kondisi permukaan dan kontur tanah di areal tambang. Sehingga perusahaan tambang selanjutnya dapat mendapatkan berbagai faktor yang bisa digunakan untuk memberikan jaminan keselamatan dan berlangsungnya kegiatan pertambangan.

Dengan bekerja sama bersama jasa pemetaan seperti Terra Drone ini, tentunya perusahaan bisa menghemat biaya dan waktu dalam melakukan eksplorasi. Perusahaan tidak harus membeli perlengkapan dan peralatan drone yang harganya sangat mahal. Belum lagi harus melatih karyawan yang bisa mengoperasikan serta memetakan topografi tanah menggunakan drone tersebut.

Pasalnya, dalam mengoperasikan drone untuk pemetaan topografi, sebenarnya hanya memerlukan dua orang saja. Yakni seorang menjadi pilot untuk menerbangkan drone, sementara satu orang lagi untuk melakukan pemetaan dari hasil gambar yang dikirim oleh drone.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !