Detail Berita


Perhapi: Hilirisasi Selamatkan Masa Depan Batubara Indonesia


"Foto Bersama Usai Diskusi Perhapi dan Kementerian ESDM"
Sumber gambar: Dokumen Perhapi


Tanggal terbit: 08-09-2020

duniatambang.co.id - Hilirisasi batubara menjadi solusi jangka panjang terhadap menurunnya kinerja industri pertambangan batubara saat ini. Selain dapat meningkatkan nilai jual batubara, hilirisasi juga dapat menghilangkan ketergantungan batubara terhadap harga komoditasnya yang semakin menurun dari waktu ke waktu.

Baca juga: Industri Pertambangan Batubara Indonesia Memasuki Sinyal Merah?

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Rizal Kasli usai berdiskusi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada Senin (07/09/2020). Dalam diskusi antara PERHAPI dan Menteri ESDM, kedua pihak sepakat untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam, khususnya batubara untuk masa depan bangsa dan negara.

Menurut Rizal, industri batubara akan semakin terpuruk ke depannya ditambah dengan fluktuasi harga yang tidak menentu.

Rizal menambahkan, bahwa hilirisasi batubara merupakan solusi jangka panjang industri batubara.

“Agar sumber daya alam kita semakin optimal dalam memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa, maka hilirisasi adalah solusi jangka panjang”, pungkas Rizal.

Selain itu, Rizal juga menyatakan bahwa Indonesia seharusnya tidak boleh lagi mengandalkan ekspor batubara. Batubara harus ditingkatkan nilai dan manfaatnya untuk meningkatkan nilai juall dan sebagai upaya konservasi sumber daya alam.

Saat ini, hilirisasi batubara telah dimulai dalam skala industri yang dilakukan oleh Harita melalui anak usahanya yakni Pesona Khatulistiwa Nusantara di Kalimantan Utara. Di sana, batubara kalori rendah diolah menjadi kalori yang lebih tinggi melalui Coal Upgrading Plant.

“Batubara juga dapat diolah menjadi gas ataupun bahan bakar cair (dimethil ether – DME). Selama ini, upaya tersebut hanya wacana. Oleh sebab itu, dalam waktu dekat PERHAPI akan mengadakan seminar dan kegiatan diskusi lainnya yang bertema “Save Indonesian Coal” sebagai rangkaian peringatan ulang tahun PERHAPI yang ke-30. Kita bersama Pemerintah dan juga pemangku kepentingan lainnya akan mencari solusi optimalisasi industri batubara nasional bagi kemajuan bangsa dan negara,” jelasnya.

PERHAPI juga mengusulkan kepada Kementerian ESDM untuk mengkaji penerapan endowment fund terhadap industri pertambangan. Sebab, produk tambang merupakan sumber daya alam yang tidak terbarukan. Sedangkan sumber daya alam itu sendiri merupakan titi[an bagi generasi penerus bangsa atau generasi selanjutnya.

“Agar tambang menjadi optimal dan bermanfaat sepanjang masa, maka endowment fund menjadi solusi bagi generasi mendatang. Mereka yang tidak dapat menikmati kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat menikmatinya dalam bentuk lain, yakni dana abadi yang dihasilkan dari eksploitasi sumber daya alam saat ini. Sumber daya alam harus dapat dinikmati oleh seluruh generasi. Konsepnya nanti kita rumuskan dan diskusikan bersama,” tutup Rizal. (*)

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !