Detail Berita


Catatan Harga Emas di Indonesia Selama Enam Bulan Pandemi


"Emas"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 07-09-2020

duniatambang.co.id - Komoditas emas menjadi salah satu komoditas tambang yang paling diuntungkan dengan merebaknya wabah pandemi yang telah menyerang Indonesia sejak 6 bulan yang lalu. Meski sempat mengalami beberapa koreksi, harga komoditas emas di pasar spot selama enam bulan terakhir telah mengalami peningkatan sekitar 23,51 persen. Pada hari Rabu (02/09) kemarin, tercatat harga emas berada pada angka USD1.963,18 per troy ounce.

Level terendah harga emas dalam enam bulan terakhir, tercatat terjadi pada periode awal pandemi terjadi yakni pada tanggal 19 Maret lalu dengan berada di angka USD1.471,24 per troy ounce. Sementara itu harga tertinggi emas tercatat terjadi pada awal Agustus yakni di angka USD2.063,54 per troy ounce.

Penguatan juga terjadi pada harga emas berjangka untuk kontrak Desember 2020 di bursa Comex dengan kenaikan sekitar 23,44 persen. Periode pelemahan dan penguatan pun terjadi hampir di tanggal yang sama dengan pasar spot.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengakui jika selama pandemi terjadi tren harga emas cukup positif. Tentunya faktor pendukung dari penguatan tersebut tidak lain adalah ancaman resesi ekonomi secara global, termasuk di Indonesia sendiri. Hal ini menyebabkan para investor memburu keberadaan emas sebagai aset safe haven.

Lebih lanjut Bhima mengatakan adanya ketidakpastian terhadap pemulihan ekonomi hingga tahun mendatang, serta ancaman resesi ekonomi yang terjadi di Indonesia pada kuartal ketiga memberikan dorongan tersendiri pada kenaikan permintaan akan emas. Tak hanya para investor, namun bank sentral juga turut meramaikan perburuan komoditas emas di sejumlah negara.

Sehingga jika kondisi ini terus terjadi, maka permintaan komoditas emas pada dua hingga tiga tahun mendatang emas akan tetap menjadi idola baik oleh investor global maupun investor dalam negeri.

Sementara itu, hal berbeda justru terjadi pada mata uang Dolar Amerika. Menurutnya, menjadikan Dolar sebagai aset dalam kondisi seperti ini bukanlah strategi yang bijak. Terlebih kondisi perpolitikan dan ekonomi Amerika Serikat sendiri juga mengalami keterpurukan.

Namun di sisi lain, pasar juga sedang harap-harap cemas menantikan datangnya vaksin virus Corona yang tentunya bisa menjadi game changer dalam pergerakan harga emas secara global.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !