Detail Berita


Freeport Indonesia Menargetkan Operasi Tambang Bawah Tanah 100% pada 2022


"Penambangan di PT Freeport Indonesia"
Sumber gambar: ptfi.co.id


Tanggal terbit: 06-09-2020

duniatambang.co.id – PT Freeport Indonesia (PTFI), perusahaan pertambangan tembaga dan emas yang terbesar di Indonesia, bahkan tingkat dunia, menargetkan pelaksanaan kegiatan pertambangan melalui tambang bawah tanah secara 100% pada 2022. Saat ini PTFI hanya melakukan tambang bawah tanah secara 60% dan mempersiapkan diri untuk transisi ke 100% tambang bawah tanah dalam waktu dua tahun yang akan mendatang.

Presiden Direktur Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan rencana operasi tambang bawah tanah dengan kapasitas penuh dimulai dengan kini PTFI melakukan transisi pengerjaan tambang bawah tanah dari tambang terbuka yang sudah ditutup pada akhir tahun lalu.

"Tahun depan bisa 80% (dari kapasitas) dan 2022 sudah bisa beroperasi penuh 100% sampai 2041," ujarnya dalam sebuah diskusi melalui Webinar di Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Tony mengatakan juga produksi tembaga pada tahun ini diperkirakan hampir mencapai 800 juta pon dan emas 820 ribu ons. Pada 2022, produksi diperkirakan naik menjadi 1,6 miliar pon tembaga dan 1,6 juta ons emas.

Menurutnya, jika nantinya seluruh tambang sudah beroperasi, PTFI akan menjadi tambang terbesar di dunia. Ada dua hal yang menurutnya menjadi tantangan bagi beroperasi PTFI ini, berupa:

1. Ore atau bijih yang sifatnya basah dan bisa terjadi luncuran lumpur basah, sehingga pengelolaan dan penanganan harus sangat hati-hati.

2. Seismik yang sering terjadi. Sebab menurutnya ada beberapa drop point yang memang diledakkan untuk tujuan penambangan.

Di samping itu, Tony mengatakan Freeport Indonesia tetap beroperasi meski pandemi corona belum berakhir. Karena sebelumnya, PTFI berkontribusi hingga 90% terhadap pendapatan daerah Mimika, dan 45% terhadap pendapatan Provinsi Papua.

Selain itu, PTFI juga menyetorkan dana sekitar Rp 2 triliun ke pemerintah pusat. Setoran tersebut berupa pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan punggutan lainnya.

"Belum lagi multipler effect beroperasinya Freeport Indonesia," ujarnya. Sebab PTFI memperkerjakan 25 ribu orang karyawan.

Tony mengatakan, Freeport Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga roda perekonomian di dalam negeri. Namun, pihaknya tetap khawatir terhadap penyebaran virus corona. Oleh karena itu, PTFI terus menekankan pentingnya protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas operasional.

"Bagi dunia usaha, masyarakat juga harus taat dan disiplin. Kalau semua komponen bangsa bisa berperan, maka Indonesia akan lebih cepat menangani Covid-19," kata Tony.

 

Penulis : Dartwin
Editor   : Mayang Sari
Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !