Detail Berita


Celana Denim Levi’s Strauss, dari Tambang Emas California ke Seluruh Dunia


"Ilustrasi pekerja tambang di site pertambangan"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 02-09-2020

duniatambang.co.id - California Gold Rush adalah salah satu kejadian bersejarah yang paling berpengaruh di Amerika Serikat pada abad ke-19. Peristiwa ini diawali dengan penemuan bongkahan emas di Sacramento Valley pada tahun 1848. Berita penemuan emas tersebut dalam waktu singkat  menyebar ke seluruh negeri. Ribuan orang dari berbagai negara bagian, seperti Oregon, Hawaii, Meksiko, Chili, Peru, bahkan Tiongkok, beramai-ramai mendatangi San Francisco dan wilayah-wilayah di sekitanya untuk menambang emas tersebut secara liar.

Tahun 1849, jumlah penduduk imigran di California mencapai 100.000 jiwa, lebih dari 100 kali lipat jumlah penduduk imigran sebelum 1848 yang tidak mencapai 800 jiwa. Kemunculan para penambang emas secara mendadak ini pun menciptakan banyak kota-kota kecil baru di seluruh California. Peluang inilah yang dilirik oleh berbagai pemilik usaha untuk membuka bisnis baru di California, terutama di San Francisco. Salah satunya adalah Levi Strauss, pengusaha kain asal Jerman yang sebelumnya tinggal di New York.

Levi Strauss terlahir di Buttenheim, Jerman pada 26 Februari 1829 dengan nama asli Loeb Strauss. Dia berhijrah dari Jerman ke New York pada tahun 1847 dengan ibu dan kedua saudarinya untuk membantu kerabatnya yang membuka bisnis pertokoan grosir di sana. Tahun 1850, Strauss mengganti nama depannya menjadi Levi dan resmi mendaftarkan dirinya sebagai warga negara Amerika Serikat.

Saat Gold Rush California berlangsung dan akan mencapai puncaknya pada 1852, dia memutuskan untuk pindah ke San Francisco, California dan membuka cabang toko baru disana, tepatnya pada Maret 1853. Usaha Strauss tersebut dibuka dengan nama Levi Strauss & Co. Levi menjual pakaian, seprai, sisir, dompet, saputangan dan barang-barang olahan tekstil lainnya yang dia peroleh dari saudaranya di New York. Sebentar saja, dia menjadi figur terkenal di wilayah tersebut karena aktif dalam kegiatan bisnis dan kebudayaan San Fransisco, juga karena dia kerap mendukung kegiatan komunitas Yahudi disana.

Salah satu pelanggan setianya adalah Jacob W. Davis, seorang penjahit asal Reno, Nevada. Pada tahun 1872, Davis menyurati Strauss dan mengatakan kepadanya jika dia telah menemukan cara membuat celana yang lebih kokoh dan tahan lama dengan bahan kain denim (kanvas) yang biasanya digunakan para penambang emas sebagai terpal pada tenda mereka. Davis menggunakan paku perunggu untuk menautkan bahan jahitannya, sehingga celana buatannya menjadi lebih kokoh daripada celana yang biasa dipakai oleh pekerja tambang California pada masa-masa California Gold Rush.

Davis mengajak Strauss untuk bekerjasama dalam mematenkan ide tersebut, karena dia khawatir ide tersebut akan dicuri orang lain dan dia sendiri tidak memiliki cukup dana untuk mengurus pengajuan hak paten yang memakan biaya USD68. Strauss menerima tawaran David pada 20 Mei 1873. Desain celana tambang mereka yang dicantumkan dengan nama “Improvement in Fastening Pocket-Openings” akhirnya dipatenkan atas nama Jacob W. Davis dan Levi Strauss and Company. Tanggal tersebut hingga kini diperingati sebagai hari ulang tahun celana jins Levi’s.

Celana jins David dan Strauss mereka laku keras di antara para pekerja tambang yang masih berdiam di California. Daya tahan celana jins tersebut yang kuat, ditambah jumlah kantongnya yang banyak, ternyata sangat cocok digunakan dalam pekerjaan tambang yang melibatkan banyak perkakas dan kerap berurusan dengan noda kotor. Pekerja tambang emas California tidak perlu lagi repot-repot memikirkan caranya membersihkan noda tanah dan bahan tambang pada celana mereka, atau membeli celana baru setiap kali celana mereka robek karena pekerjaan tambang yang terlampau keras.

Davis dan Strauss tidak berhenti sampai disana. Mereka juga mulai memproduksi jenis pakaian lain dengan denim dan teknik jahitan yang serupa, seperti kemeja. Tapi produk mereka yang paling terkenal dan laris adalah jeans 501, atau yang dikenal dengan nama Jeans XX hingga tahun 1890. Pesanan yang menggunung mendorong Strauss untuk membuka pabrik pembuatan jins pada tahun 1880 di Market Street, San Francisco.

Meski pada tahun 1850 emas di permukaan tanah California semakin sedikit, banyak penambang lain yang masih berdatangan ke California bertahun-tahun setelahnya. Sebagian penambang yang sudah bermukim di California juga memutuskan untuk tetap tinggal di sana hingga akhir hayat mereka. Pada akhir abad ke-19, jumlah populasi California mencapai 380.000 jiwa. Jumlah tersebut menjadi sumber permintaan utama bagi produk yang diproduksi Strauss dan David di masa mendatang.

Selain menggiati bisnis garmen, Strauss juga menjadi anggota Dewan Perdagangan San Francisco, Direktur Bank Nevada, direktur di beberpaa perusahaan asuransi dan Kepala Perusahaan San Francisco Gas and Electric. Strauss dikenal sebagai sosok filantropis yang dermawan. Dia mendermakan sebagian pendapatannya untuk panti-panti asuhan, membiayai pembuatan jalur kereta penghubung San Francisco ke San Joaquin Valley dan mendanai 28 beasiswa di Universitas California. Strauss bahkan mewasiatkan sebagian harta warisannya yang bernilai USD6 juta kepada yayasan filantropi saat dia meninggal pada 26 September 1902.

Tahun 1920, Levi’s menjadi merk celana jins laki-laki paling terkenal dan top-selling di seluruh Amerika Serikat. Seiring dengan waktu, jins tersebut tidak kunjung kehilangan pamornya. Meski emas di California sudah sulit ditemukan, popularitas jins Levi’s hingga kini tetap bertahan, bahkan menjadi makin populer. Celana tersebut kini tidak lagi dikenal sebagai ciri khas pekerja tambang California, melainkan sebagai salah mode fashion paling standar dalam keseharian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Levi’s saat ini dikenal bukan hanya sebagai produsen celana jins, tetapi juga pakaian lain berbahan denim, seperti topi, jaket dan kemeja. Lini produknya pun berkembang dan kini tidak hanya digunakan oleh laki-laki, tetapi juga perempuan, orang tua, bahkan anak-anak di seluruh dunia.

 

Penulis : Ahmad Redho Nugraha

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !